BANTENRAYA.COM – Sebanyak 12.533 korban banjir Cilegon belum dapat bantun dari Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon.
Hal itu karena Pemkot Cilegon baru bisa merealisasikan bantuan bencana dalam bentuk buffer stok sembako pada anggaran triwulan II 2026.
Artinya, dalam bencana banjir yang melanda Kota Cilegon kemarin, bantuan sebagian mengandalkan dari berbagai pihak.
BACA JUGA: Truk Tambang Bebas Lalu Lalang Lagi, Mahasiswa Desak Pemkab Serang Lakukan Pengawasan Ketat
Diketahui, banjir besar melanda Kota Cilegon selama 3 hari pada Jumat hingga Minggu 2-4 Januari 2026.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, banjir besar melanda 6 kecamatan di Kota Cilegon yakni Kecamatan Jombang dengan merendam 1.691 rumah atau kepala keluarga (KK).
Kecamatan Purwakarta merendam 200 rumah atau KK, Kecamatan Ciwandan 800 rumah atau KK, Kecamatan Cilegon 182 rumah atau KK, Citangkil 153 rumah atau KK, Kecamatan Cibeber 2.293 rumah atau KK.
BACA JUGA: Persaingan Puncak Klasemen Super League Makin Panas, Borneo FC Kembali Kudeta Peringkat Pertama
Jumlah jiwa yang menjadi korban banjir sendiri total mencapai 12.533 jiwa yang tersebar di 6 kecamatan di Kota Cilegon.
Banjir sendiri masih terjadi namun berangsur surut pada Minggu 4 Januari 2026 di daerah Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber.
Khusus untuk Ciwandan pada Jumat 2 Januari 2026, banjir melumpuhkan akses industri dan wisata Jalan Raya Anyer Cilegon dan Jalan Lingkar Selatan.
Itu termasuk mengganggu akses angkutan Natal dan Tahun Baru di Pelabuhan Ciwandan, terutama motor dan truk logistik.
Bahkan, banjir di Ciwandan sampai masuk ke pabrik-pabrik di Kota Cilegon dan menghambat proses produksi karena karyawan tidak bisa masuk bekerja.
Di Cibeber, Jombang, Citangkil, Purwakarta dan Cilegon beberapa diantaranya cukup parah dan mengharuskan warga mengungsi dan membangun tenda-tenda darurat.
Faktor penyebab banjir sendiri terjadi masalah mulai dari hulu hingga hilir. Di mana, di hulu adanya puluhan titik penambangan di wilayah Kecamatan Cibeber, Kecamatan Cilegon, Kecamatan Citangkil dan Kecamatan Ciwandan atau di sepanjang Jalan Lingkar Utara menjadi penyebab.

















