Kamis, 5 Maret 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Kamis, 5 Maret 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

UNTIRTA Tingkatkan Kapasitas Sains dan Teknologi Nelayan Tanjungjaya Lewat Pelatihan Teknologi Pemantauan Laut Berbasis Ko-Kreasi

Siti Runefi Janah Oleh: Siti Runefi Janah
22 November 2025 | 12:18
untirta

Tim dosen UNTIRTA memberikan pelatihan penggunaan weather station dan alat uji kualitas air kepada komunitas nelayan di Tanjungjaya, Panimbang, Pandeglang.

Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

BANTENRAYA.COM – Tim dosen Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) melaksanakan pelatihan dan bimbingan teknis pemanfaatan teknologi pemantauan lingkungan pesisir bagi komunitas nelayan.

Kegiatan berlangsung di Desa Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang yang dimulai pada Kamis, 20 November 2025 hingga Desember mendatang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang mengusung tema Integrasi Pengetahuan Sains dan Kearifan Lokal untuk Konservasi Ekosistem Pesisir.

ADVERTISEMENT

BACA JUGA: JISPA Sediakan Beasiswa Kuliah Gratis di Jepang, Tinggal Kuliah Nggak Perlu Mikir Apa-apa

Program tersebut mendapatkan dukungan pendanaan dari Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, sehingga pelaksanaannya dapat menjangkau kelompok nelayan secara lebih komprehensif dan berkesinambungan.

Pelatihan ini menghadirkan lebih dari lima puluh peserta yang terdiri dari nelayan dan warga pesisir setempat.

Antusiasme peserta tampak sejak awal kegiatan, khususnya karena pelatihan ini memperkenalkan perangkat teknologi yang secara langsung menjawab tantangan yang mereka hadapi dalam aktivitas melaut sehari-hari.

Teknologi yang diperkenalkan meliputi weather station, Refraktometer, alat uji salinitas dan pH, serta instrumen sederhana untuk pencatatan curah hujan seperti ombrometer.

Para nelayan Desa Tanjungjaya mengikuti pelatihan pemanfaatan teknologi pemantauan lingkungan pesisir yang digelar tim dosen UNTIRTA, Kamis 20 November 2025
Para nelayan Desa Tanjungjaya mengikuti pelatihan pemanfaatan teknologi pemantauan lingkungan pesisir yang digelar tim dosen UNTIRTA, Kamis 20 November 2025

Semua alat ini dipilih bukan hanya karena tingkat akurasinya dalam menyediakan informasi ilmiah, tetapi juga karena dapat dioperasikan secara mandiri oleh warga setelah pelatihan selesai.

Dalam sambutannya, Ketua Tim Dosen UNTIRTA, Mahpudin, menjelaskan bahwa dinamika perubahan iklim dalam beberapa tahun terakhir telah membuat pola cuaca semakin tidak dapat diprediksi.

Masyarakat nelayan yang selama ini bergantung pada pengetahuan tradisional seperti arah angin, warna awan, dan tanda-tanda di permukaan laut kini menghadapi tantangan lebih besar akibat semakin seringnya terjadi anomali cuaca.

Karena itu, kemampuan membaca data ilmiah menjadi kebutuhan mendesak yang harus disesuaikan dengan konteks lokal.

Menurut Mahpudin, pendekatan ko-kreasi yang digunakan dalam program ini memastikan bahwa sains modern tidak menggantikan kearifan lokal, melainkan memperkaya cara pandang dan strategi adaptasi masyarakat pesisir.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama program adalah menumbuhkan kebiasaan citizen science di kalangan nelayan, yaitu kebiasaan warga untuk mengumpulkan, menganalisis, dan memanfaatkan data ilmiah secara mandiri.

“Masyarakat nelayan memiliki tradisi panjang dalam membaca tanda-tanda alam. Namun perubahan cuaca yang semakin ekstrem membuat indikator tradisional tersebut sering tidak stabil. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan bahwa nelayan memiliki kapasitas untuk memadukan kearifan lokal dengan informasi ilmiah yang bersumber dari instrumen modern,” ujar Mahpudin.

Mahpudin juga menekankan bahwa weather station menjadi instrumen penting dalam pelatihan karena alat ini mampu mencatat berbagai variabel cuaca seperti kecepatan angin, arah angin, suhu udara, kelembapan, dan curah hujan secara real-time.

Informasi tersebut dapat membantu nelayan menentukan waktu melaut yang aman dan merencanakan kegiatan penangkapan ikan dengan risiko yang lebih rendah.

Sementara itu, Refraktometer memungkinkan nelayan memetakan keberadaan ikan serta struktur dasar laut, sehingga meningkatkan efisiensi penangkapan sambil tetap menjaga keselamatan di laut.

Alat uji salinitas dan pH digunakan untuk membaca kondisi kesehatan perairan, terutama menjelang peralihan musim ketika kualitas air berubah dan berdampak pada keberadaan ikan.

Ketua Kelompok Nelayan Wahana Anak Pantai, Arif, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi pengalaman baru yang sangat bermanfaat bagi nelayan Tanjungjaya.

Selama ini, sebagian besar keputusan melaut ditentukan berdasarkan pengalaman turun-temurun.

Namun perubahan cuaca yang semakin ekstrem sering membuat tanda-tanda alam tidak lagi seakurat dulu.

Dengan adanya teknologi seperti weather station dan Refraktometer, nelayan dapat memperoleh informasi tambahan yang lebih terukur.

BACAJUGA:

MUSKOM XXI KAMMI UNTIRTA. (Dok. KAMMI UNTIRTA)

MUSKOM XXI Tahun 2026: Regenerasi Kepemimpinan untuk KAMMI UNTIRTA yang Lebih Progresif dan Kontributif

4 Maret 2026 | 19:47
Ilustrasi beasiswa S2 EPFL Swiss 2026. (Freepik.com Oleksandr Ryzhkov)

Cara Daftar Beasiswa S2 EPFL Swiss 2026, Cukup Centang Formulir Online

4 Maret 2026 | 05:00
UNBAJA

10 Mahasiswa Unbaja Magang di PDAM Tirta, dapat Bantu Percepat Verifikasi Lapangan

3 Maret 2026 | 22:10
unsoed

Asal Kota Serang! Mahasiswa Doktor Akuntansi Unsoed Lakukan Pengabdian di Purwokerto

3 Maret 2026 | 21:42

Arif menyatakan bahwa kemampuan memantau kondisi laut melalui data ilmiah memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka saat harus melaut pada musim-musim yang tidak stabil.

“Selama ini kami mengandalkan pengalaman, arah angin, warna awan, atau gerakan ombak. Dengan alat seperti weather station dan Refraktometer, kami bisa melihat data yang lebih jelas. Ini sangat besar manfaatnya, terutama untuk keselamatan kami saat melaut,” jelas Arif.

Pelaksanaan pelatihan berlangsung dalam bentuk praktik langsung, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga langsung memegang dan mengoperasikan alat yang diperkenalkan.

Para nelayan diajak membaca hasil pengukuran cuaca, mempraktikkan penggunaan Refraktometer melalui simulasi, serta menguji sampel air laut menggunakan alat salinitas dan pH. Selain itu, para peserta juga mempelajari cara membuat ombrometer dari botol bekas dan cara mencatat hasil pengukuran harian melalui logbook komunitas.

Pendekatan praktis ini dirancang agar teknologi yang diperkenalkan tidak menimbulkan kesan rumit atau terlalu teknis, melainkan mudah digunakan dalam rutinitas nelayan.

Kegiatan ini tidak berhenti pada tahap pelatihan awal. Dalam beberapa bulan setelah kegiatan, tim dosen UNTIRTA akan melakukan pendampingan berkala melalui mekanisme monitoring, evaluasi, dan pertemuan rutin untuk analisis data bersama warga.

Nelayan Tanjungjaya akan didorong untuk melakukan pencatatan harian cuaca dan kondisi air laut, kemudian membandingkan data tersebut dengan indikator kearifan lokal yang selama ini mereka gunakan.

Data yang terkumpul akan dipublikasikan melalui papan informasi cuaca desa sehingga dapat diakses oleh seluruh warga.

Dengan demikian, proses produksi pengetahuan ilmiah di tingkat komunitas tidak hanya memperkaya pemahaman individu, tetapi juga memperkuat pengambilan keputusan kolektif dalam komunitas pesisir.

Program ini diharapkan menjadi model penting dalam penguatan literasi saintek di masyarakat pesisir Banten.

Melalui perpaduan antara sains modern dan kearifan lokal yang diintegrasikan secara partisipatif, nelayan Tanjungjaya kini mulai memasuki ekosistem pembelajaran baru yang lebih adaptif terhadap tantangan perubahan iklim.

Pendekatan ko-kreasi yang diterapkan tim UNTIRTA sekaligus menunjukkan komitmen lembaga pendidikan tinggi dalam mendukung ketahanan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui penguatan kapasitas berbasis pengetahuan.***

Editor: Dede Yusup
Tags: Pelatihan nelayanPerubahan Iklimteknologi pemantauan pesisirUNTIRTAweather station
Previous Post

JISPA Sediakan Beasiswa Kuliah Gratis di Jepang, Tinggal Kuliah Nggak Perlu Mikir Apa-apa

Next Post

Inara Rusli Dituding Jadi Pelakor, Mantan Istri Virgoun Batasi Kolom Komentar Instagram

Related Posts

MUSKOM XXI KAMMI UNTIRTA. (Dok. KAMMI UNTIRTA)
Pendidikan

MUSKOM XXI Tahun 2026: Regenerasi Kepemimpinan untuk KAMMI UNTIRTA yang Lebih Progresif dan Kontributif

4 Maret 2026 | 19:47
Ilustrasi beasiswa S2 EPFL Swiss 2026. (Freepik.com Oleksandr Ryzhkov)
Pendidikan

Cara Daftar Beasiswa S2 EPFL Swiss 2026, Cukup Centang Formulir Online

4 Maret 2026 | 05:00
UNBAJA
Pendidikan

10 Mahasiswa Unbaja Magang di PDAM Tirta, dapat Bantu Percepat Verifikasi Lapangan

3 Maret 2026 | 22:10
unsoed
Pendidikan

Asal Kota Serang! Mahasiswa Doktor Akuntansi Unsoed Lakukan Pengabdian di Purwokerto

3 Maret 2026 | 21:42
Ilustrasi beasiswa S2 di Swiss menggunakan École Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL). (Freepik.com/ freepic.diller)
Pendidikan

Ini Dia Beasiswa S2 Tanpa Syarat TOEFL, Tunjangan Capai Rp 437 Juta per Tahun

3 Maret 2026 | 18:00
universitas salakanagara
Pendidikan

Mantap! Universitas Salakanagara Luncurkan Lagi 8 Jurnal Ilmiah Baru

2 Maret 2026 | 13:28
Load More

Popular

  • Walikota Serang Budi Rustandi meninjau kantor Dishub Kota Serang, Selasa 3 Maret 2026. (Harir Baldan/Bantenraya.com)

    Walikota Serang Budi Rustandi Kasih Jatah Rp4 Miliar di Perubahan untuk Direhab Kantor Dishub

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lantik 7 Pejabat Tinggi Pratama dan Administrator, Sekda Kota Serang: Dukung Visi Misi Walikota dan Wakil Walikota

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Maaf, tapi Pemprov Banten Tidak Anggarkan THR untuk PPPK Paruh Waktu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Manchester City vs Nottingham Forest, Rasa Percaya Diri Tinggi The Citizens dengan 5 Kemenangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Banyak yang Mengundurkan Diri, Pemprov Banten Buka Ulang Pendaftaran Mudik Gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Cilegon Siapkan 50 Bus Mudik Gratis, Pendataran Segera Dibuka Via Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukan Hanya Olahraga, Pengembangan Paralayang di Kota Serang Bakal Jadi Sumber PAD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Siap-Siap War Tiket! ⁠Ini Tata Cara Daftar Program Mudik Gratis Dari Aplikasi Cilegon Juare

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Persik Kediri Vs PSBS Biak, Misi Macan Putih Kembali Ke Jalur Kemenangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Kalimat ‘Nyawit Nih Orang’ yang Banyak Digunakan di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Petugas Dapur SPPG Yayasan Sukaratu 6, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, memperlihatkan selembar surat cinta dari siswa yang terselip dalam ompreng MBG, Rabu 11 Februari 2026. (Dokumentasi Bantenraya.com)

Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

12 Februari 2026 | 05:00
SMAN 1 Cimarga

Pengakuan Siswi SMAN 1 Cimarga yang Ikut Mogok Sekolah, Bukan Dukung Siswa Merokok tapi……

18 Oktober 2025 | 12:16
Pemprov Banten kembali membuka pendaftaran mudik gratis

Banyak yang Mengundurkan Diri, Pemprov Banten Buka Ulang Pendaftaran Mudik Gratis

24 Februari 2026 | 14:42
Kabupaten serang PT PWI

Sempat Produksi Sepatu di Kabupaten Serang, PT PWI 1 Bakal Bangkit Buka Usaha Baru di Cikande

2 Februari 2026 | 17:11

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bjb Backup Total Pembiayaan UMKM

Asooooy… Kepala Desa akan Diajak Studi Banding ke Korea dan China

Seluruh Ospek di Kampus Diputuskan Digelar Online, Termasuk di Banten

Mudik Resmi Dilarang, Efektif 24 April

Truk menumpuk di Merak

Truk Menumpuk 5 KM dari Dermaga Merak Hingga Tol Merak Jelang Mudik Lebaran

5 Maret 2026 | 08:00
Revitalisasi Makam Syekh Asnawi Caringin

Pemprov Banten Revitalisasi Makam Syekh Asnawi Caringin, Targetkan Kenyamanan Peziarah dan Dongkrak Wisata Religi

5 Maret 2026 | 07:00
iPhone 17e

Apple Resmi Umumkan iPhone 17e, Ini Fitur Baru yang Dibawanya

5 Maret 2026 | 06:00
Samsung Galaxy S26 Ultra vs Xiaomi 17

Head to Head Ultra! Ini Perbandingan Samsung Galaxy S26 Ultra dan Xiaomi 17 Ultra

5 Maret 2026 | 05:00

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten Beasiswa BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
ADVERTISEMENT
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda