BANTENRAYA.COM – Dalam rangka mencegah paham radikalisme sejak dini dikalangan pelajar Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memberikan edukasi kepada peserta didik SMK Negeri 3 Kota Serang, Walantaka, Kota Serang.
Dalam materinya, Anwar, Mitra Deradikalisasi menyampaikan, seseorang bisa terpapar paham radikalisme karena ada beberapa penyebabnya, diantaranya adalah ketidak adilan, bully dan aksi korupsi yang terjadi di Indonesia.
Ia menjelaskan, pelaku radikaliems ingin melakukan perubahan dengan cara mengubah sistem melalui aksi kekerasan. Padahal aksi kekerasan tidak perlu dilakukan, jika ingin melakukan perubahan kea rah yang lebih baik.
BACA JUGA: Kredit Macet Capai Puluhan Miliar, BPR Serang Tuai Sorotan dari Politisi Partai Golkar
“Artinya tidak semua persoalan bangsa ini diselesaikan dengan jihad, dengan aksi kekerasan dan lain sebagainya,” katanya pada Kamis, 20 November 2025.
Dengan menyelesaikan persoalan bangsa melalui aksi kekerasan, lanjutnya, belum tentu akan membuahkan hasil kebaikan. Namun yang ada hanya menimbulkan aksi pembunuhan hingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.
“Saya senang dengan kegiatan ini, karena melalui kegiatan ini bisa mencegah paham radikalisme sejak dini. Pelajar merupakan generasi penerus bangsa, yang harus dibentengi dari paham radikalisme sejak dini,” ungkapnya.
BACA JUGA: Butik Emas Antam Resmi: Tempat Aman dan Terpercaya Mendapatkan Emas Asli
Di lokasi yang sama, Amas Tajudin dari BNPT Republik Indonesia mengatakan, kegiatan ini salah satu upaya BNPT untuk mengajak pelajar agar terhindar dari cara berfikir dan bertindak dari radikalisme.
Karena, kata Amas, diera saat ini melalui media sosial pelajar merupakan sasaran paham radikalisme. Kota Serang memiliki kearah radikalisme, oleh karena itu kegiatan ini salah satu upaya untuk membentengi pelajar dari paham radikalisme.
Potensi Pelajar Paham Radikalisme Banyak Sekali
Menurutnya, pelajar yang terpapar paham radikalisme secara hukum belum ada buktinya, namun ada pelajar asal Walantaka yang ditangkap di Palembang oleh Densus terkait paham radikalisme. Potensi pelajar yang terpapar peluangnya banyak sekali.
BACA JUGA: Ajak Masyarakat Perangi Narkoba, Badan Kesbangpol Banten Gelar Kegiatan P4GN
“Pergerakan paham radikalisme memberikan pemahaman yang keliru kepada pelajar terkait dengan isu-isu yang ada. Misalnya, mendukung gerakan Palestina merdeka. Bagi umat Islam tentu sangat mendukung Palestina merdeka, namun biasanya diisi dengan paham radikalisme yang mengganti ideology bangsa, itu hal yang tidak bisa dibenarkan,” tegasnya. ***


















