BANTENRAYA.COM – Perkembangan yang pesat dalam industri properti di Kota Serang, memberikan multiplayer efek terhadap berbagai sektor, salah satunya penjualan teraso yang terserap hingga 80 persen.
Owner Bak Unik Teraso Serang Agus Hermawan mengatakan, sejak memulai industrinya atau usahanya pada tahun 2019 produk ini menjadi pilihan bagi masyarakat yang menginginkan hunian dengan gaya estetik.
“80 persen buyyer dari toko offline itu adalah konsumen dari perumahan yang minimalis maupun komersil, awalnya teraso hanya ada di NTT, bahkan di Jakarta tidak ada sekarang mulai ramai,” kata Agus kepada Bantenraya.com di Jalan Ki Ajurum, Sempu Gedang, Kota Serang, Rabu 1 Oktober 2025.
Agus menjelaskan, untuk penjualan per bulan bak teraso yang ia pasarkan mampu terdistribusi 20 sampai 30 unit, dengan berbagai model dan ukuran.
BACA JUGA : Masalah Properti Dominasi Aduan ke BPSK Banten, Unit Tak Dibangun Setelah Akad Kredit
“Untuk tiga tahun pertama memang penjualan teraso bisa sampai 100 unit, namun karena sudah mulai banyak pesaing jadi ada penurunan, namun tetap stabil,” imbuhnya.
Pihaknya juga memastikan jika produk bak teraso yang ia buat memiliki kualitas yang baik. Konsumen juga perlu berhati-hati, lantaran banyak produk imitasi yang dijual di pasar online.
“Jadi kalau yang teraso imitasi ini harganya tiga kali lebih murah, baru dua bulan penggunaan saja bisa jadi rembes atau pecah, namun kalau yang asli bisa awet tahunan dan warna tidak pudar seumur hidup karena bahan dasarnya dari marmer,” terang Agus.
Agus menawarkan 16 jenis model bak teraso yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, antara lain ada bentuk kapsul, melon, kotak, hingga dum-dum mini dengan diameter 45 centimeter dan tinggi 55-65 centimeter.
“Tentu saja produk-produk yang kami tawarkan sudah sesuai denga ukuran kamar mandi mampu menampung hingga 100 liter air,” cakapnya.
BACA JUGA : Penjualan Properti di Banten Banyak Berujung Sengketa, BPSK Ingatkan Konsumen Soal Ini
Adapun harga bak teraso yang Agus tawarkan mulai dari Rp1,2 juta sampai Rp3 juta tergantung model dan ukuran.
Sebelumnya, Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Banten Roni H Adali menyebut, wilayah Kota Serang memiliki potensi yang cukup besar untuk pengembangan perumahan dengan lahan yang masih luas untuk digarap.
“Serang ini masih memiliki potensi yang luas untuk pengembangan perumahan, baik subsidi maupun komersil, untuk REI Banten sendiri menargetkan pembangunan rumah 15 ribu unit sepanjang tahun 2025,” kata Roni.***














