BANTENRAYA.COM – Saat ini kita berada di dalam sebuah realitas hidup dengan zaman nenek moyang kita, kemajuan teknologi dengan adanya media sosial membuat orang mudah berkomunikasi satu sama lain dengan jarak yang jauh.
Kemudahan akses bersosial media tersebut, menjadikan manusia seakan hidup dalam 2 dunia, yakni dunia nyata dan dunia maya.
Kehidupan dalam dunia nyata dan dunia maya dalam bermedia sosial membuat manusia harus selalu menjaga lisan serta caci maki satu sama lain.
Baca Juga: ‘Untuk Ayah Dengan Cinta’: Ekspresi Santri SMP Nurul Madaany dalam Buku Antologi Penuh Makna
Dikutip Bantenraya.com dari laman resmi islam.nu.or.id, berikut khutbah Jumat hari ini 13 Juni 2025 tentang Bijak Bermedia Sosial, Jaga Lisan dan Jari dari Caci Maki.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِلْإِيْمَانِ، وَوَفَّقَنَا لِطَاعَتِهِ فِي كُلِّ زَمَانٍ، نَشْكُرُهُ شُكْرًا يَجْلِبُ الرِّضْوَانَ، وَنَسْتَغْفِرُهُ إِسْتِغْفَارًا يَمْحُوْ الْعِصْيَانَ، وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً تَحْفَظُ الْإِيْمَانَ، وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أَرْسَلَهُ رَحْمَةً لِلْإِنْسِ وَالْجَانِّ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ، وَمَنْ سَارَ عَلَى دَرْبِهِمْ إِلَى يَوْمِ الْجَزَاءِ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ أَفْلَحَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah SWT
Baca Juga: Tiga Nama Calon Sekda Banten Sudah Diserahkan ke Presiden, Andra Soni Ngaku Tidak Mau Cawe-Cawe
Segala puji dan syukur, mari kita panjatkan ke hadirat Allah SWT dan mengajak kepada seluruh jamaah untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Hadirin Sholat Jumat yang Berbahagia
Saking mudahnya akses informasi dengan bersosial media, terkadang orang-orang dengan mudahnya menghina atau mencela orang lain. Hanya dengan mengetukkan jari orang-orang bisa mengirimkan kata-kata hinaan kepada orang jauh yang bahkan mungkin terkadang tidak dikenal.
Baca Juga: Isu Eksodus Pejabat Pandeglang ke Pemprov Banten Berhembus Kencang, Ini Kata Dimyati Natakusumah
Padahal, belum tentu dirinya atau kelompoknya lebih baik dari yang dihina di Sosial Media. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Hujurat ayat 11:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاۤءٌ مِّنْ نِّسَاۤءٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّۚ وَلَا تَلْمِزُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوْا بِالْاَلْقَابِۗ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِيْمَانِۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan itu) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok itu) lebih baik daripada perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan julukan yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) fasik setelah beriman. Siapa yang tidak bertobat, mereka itulah orang-orang zalim.” (QٍS Al-Hujurat: 11)
Baca Juga: Pemkot Cilegon Gelar Merdeka Bicara Bersama Mahasiswa, Robinsar dan Fajar Dihujani Kritik
Agama Islam sangat melarang perbuatan saling mencaci maki satu sama lain, bahkan dalam satu riwayat disebutkan bahwa menghina seseorang yang telah taubat dari dosa yang telah ia perbuat bisa menjadikan orang yang menghinanya melakukan dosa yang sama.
Dalam hadits riwayat Imam At-Tirmidzi dari jalur Muadz bin Jabal dijelaskan:
وَقَالَ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص.م: مَنْ عَيَّرَ أَخَاهُ بِذَنْبٍ قَدْ تَابَ مِنْهُ لَمْ يَمُتْ حَتَّي يَعْمَلَهُ
Baca Juga: Tiga Nama Calon Sekda Banten Sudah Diserahkan ke Presiden, Andra Soni Ngaku Tidak Mau Cawe-Cawe
Artinya: “Muadz bin Jabal berkata: ‘Rasulullah saw bersabda: ‘Barangsiapa mencela saudaranya dengan dosa (yang diperbuatnya) sedang ia telah bertaubat, maka ia tidak akan mati kecuali telah melakukannya.” (HR. Imam At-Tirmidzi)
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah SWT mari selalu lebih bijak dalam menjaga diri kita baik di dunia nyata maupun di dunia maya dengan menjaga lisan maupun tangan agar tidak mengucapkan kata-kata yang dapat menyakiti hati orang lain. ***


















