BANTENRAYA.COM – Jemaah haji rawan terkena heat stroke atau serangan panas saat melakukan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) nanti, maka simak 6 tips menjaga daya tahan tubuh supaya tetap sehat.
Pelaksanaan Armuzna menjadi momen puncak ibadah haji yang sangat dinantikan oleh para jemaah, namun puncak haji tersebut dibersamaan dengan teriknya cuaca panas mencapai 40 derajat celcius bahkan sampai 50 derajat celcius.
Rawannya terjadi heat stroke atau situasi kedaruratan yang dapat mengancam jiwa, jika tidak ditangani dengan cepat.
Heat Stroke terjadi ketika suhu udara tinggi dan tubuh tidak lagi mampu mengontrol suhunya sendiri sehingga menyebabkan suhu inti tubuh meningkat secara drastis.
Baca Juga: Kelakar Wakil Walikota Fajar Mengawali Sambutan Acara, Mengaku Belum Sarapan dan Ingin Makan Bakwan
Dikutip Bantenraya.com dari website Kemenkes RI Sehat Negeriku, Heat Stroke dapat menimbulkan kerusakan otak, jantung, ginjal, otot, dan dapat menimbulkan beberapa gejala seperti demam tinggi, kulit panas dan merah, sakit kepala, mual muntah, dan hilang kesadaran.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Liliek Marhaendro Susilo memberikan tips untuk menjaga daya tahan tubuh tetap sehat selama melaksanakan ibadah haji atau mencegah terkena heat stroke yaitu :
1. Perbanyak minum air putih secara rutin, rutin minum oralit untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang karena cuaca ekstrem, hindari minuman berkafein atau kopi, membawa bot pribadi untuk dapat diisi ulang.
2. Lindungi diri dari paparan sinar matahari dengan memakai payung atau topi, cari tempat berteduh, hindari di bawah terik matahari terutama pukul 10.00 sampai 16.00.
3. Istirahat yang cukup tidak memaksakan diri, dan prioritaskan untuk beristirahat.
4. Konsumsi makanan tepat waktu, dan jangan menunda waktu makan, perbanyak konsumsi makanan yang bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh dan energi.
5. Dapat membawa kipas portable untuk membantu memberikan efek sejuk pada tubuh.
6. Jika merasa tubuh tak kuat untuk beraktivitas, jemaah haji dapat segera mencari pertolongan pertama kepada petugas kesehatan terdekat atau memberikan informasi kepada ketua rombongannya.(***)
















