BANTENRAYA.COM – Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau Germas di Kota Cilegon terus dilakukan evaluasi.
Di mana, salah satunya adalah meminta kepada bidan dan kader untuk terus mengaktifkan Posyandu.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat pada Dinas Kesehatan atau Dinkes Kota Cilegon Rully Kusuma Wardani menjelaskan, integrasi pelayanan kesehatan primer atau ILP di Puskesmas Pembantu atau Pustu dan Posyandu menghadapi beberapa tantangan, termasuk keterbatasan tenaga kesehatan di Pustu dan Posyandu, kekurangan fasilitas sarana dan prasarana, serta kebutuhan pelatihan keterampilan bagi tenaga medis dan kader Posyandu.
Baca Juga: Dua Remaja Pengedar Tembakau Gorilla di Serang Berhasil Diamankan, Penjualan Via Instagram
Masalah kekurangan gedung Pustu di Kecamatan Grogol dan Jombang serta Posyandu yang belum memiliki gedung sendiri juga menjadi sorotan.
“Kami akan terus berupaya meningkatkan koordinasi dan fasilitasi, terutama dalam implementasi Germas, Posyandu Aktif, dan integrasi pelayanan kesehatan primer. Tujuannya adalah memastikan program-program ini berjalan optimal dan mencapai target yang telah ditetapkan,” katanya, Jumat 1 November 2024.
Disisi lain, papar Rully, dalam konteks era transformasi pelayanan kesehatan primer, Posyandu kini diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan menyeluruh yang mencakup seluruh siklus hidup, mulai dari ibu hamil hingga lansia.
“Standar pelayanan minimal (SPM) di Posyandu meliputi enam bidang pelayanan, yaitu pendidikan, kesehatan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketentraman, ketertiban, dan perlindungan masyarakat,” jelasnya.
Kepala Dinkes Kota Cilegon drg Ratih Purnamasari menyebutkan, Germas menjadi salah satu gerakan yang menekankan pola hidup bersih dan sehat, sehingga hal tersebut harus dilakukan evaluasi agar mendorong kader dan bidan bisa lebih aktif.
“Germas merupakan gerakan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup sehat di masyarakat, dengan mendorong perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta mendukung infrastruktur berbasis masyarakat,” katanya, Jumat 1 November 2024.
Ratih menyatakan, berdasarkan hasil evaluasi menunjukkan hingga Oktober 2024, seluruh Posyandu di Kota Cilegon, yang berjumlah 395 unit, telah masuk dalam kategori Posyandu Aktif.
Kriteria tersebut tercapai dengan beberapa syarat, seperti melakukan kegiatan minimal 8 kali dalam setahun, memiliki minimal 5 kader Posyandu, serta menyediakan layanan kesehatan dasar bagi ibu, bayi, balita, dan kelompok masyarakat lainnya.
Baca Juga: Ilegal Logging dan Perburuan Jadi Ancaman Bagi Macan Kumbang TNGHS, Jumlahnya Tersisa Segini
“Selain mengevaluasi program Germas, rapat juga membahas persiapan penerapan integrasi pelayanan kesehatan primer (ILP) di Pustu dan Posyandu. Ini berfokus pada siklus hidup dan bertujuan untuk memberikan akses layanan kesehatan yang berkualitas bagi seluruh penduduk Indonesia, termasuk di tingkat kelurahan,” ujarnya.***



















