BANTENRAYA.COM – Penjabat atau Pj Walikota Serang Nanang Saefudin mengancam bakal mengganti lurah.
Ancaman pergantian para lurah ini jika tak memenuhi target realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan Perkotaan atau PBB-P2.
Pendapatan PBB-P2 sendiri untuk pembangunan yang ada di Kota Serang.
Baca Juga: Targetkan Partisipasi 80 Persen, Bakesbangpol Gencar Sosialisasikan Pilkada
Ancaman pergantian lurah ini disampaikan Nanang Saefudin usai monitoring dan evaluasi realisasi PBB-P2 di kantor Kecamatan Serang, Kota Serang, Selasa 15 Oktober 2024.
Turut hadir Kepala Bapenda Kota Serang W Hari Pamungkas, Inspektur Kota Serang Wachyu B Kristiawan, Camat Serang Mashudi, dan para lurah se Kecamatan Serang.
Pj Walikota Serang Nanang Saefudin mengatakan, realisasi PBB-P2 di Kecamatan Serang menduduki peringkat teratas dibandingkan lima kecamatan lainnya.
Baca Juga: Retribusi PBG di Kabupaten Serang Tidak Mencapai Target
“Alhamdulillah Kecamatan Serang dibandingkan dengan lima kecamatan lainnya rangkingnya paling tinggi. Tapi paling tinggi tidak boleh berpuas diri juga, karena baru 42,7 persen,” ujar Nanang, kepada Bantenraya.com.
Ia menjelaskan, fiskal atau pendapatan pajak keuangan daerah Kota Serang saat ini baru sekitar 20 persen dari total Rp 1,5 triliun.
“Berarti baru sekitar Rp 300 miliar, jadi 80 persen itu sangat tergantung kepada dana transfer,” ucap dia.
Baca Juga: Digelar Besok, Airin dan Andra Siap Jalani Debat Perdana Pilgub Banten 2024
Nanang mengungkapkan, salah satu penyebab masih rendahnya realisasi PBB-P2 adalah dipenagihannya.
“Salah satu kendalanya adalah dipenagihan PPB-P2 yang dikelola oleh para kepala kelurahan,” ungkapnya.
Ia berharap para lurah tetap semangat mengejar target minimal 60-70 persen, karena masih ada waktu tiga bulan ke depan.
Baca Juga: Mengenal Tradisi Neres di Citorek Kidul, Kala Sungai Cimadur Diserbu Ibu-ibu untuk Membersihkan Diri
“Masih tersisa waktu tiga bulan. Mudah-mudahan. Saya akan datang lagi nanti di bulan Desember dengan Pak Inspektur, dengan Pak Hari sebagai kepyala Bapenda untuk melihat sampai sejauh mana arahan yang saya sampaikan ke teman-teman para kepala kelurahan,” kata Nanang.
Nanang mengaku ada reward dan punishmen, khususnya bagi kelurahan yang capaian PBB-P2 nya di bawah 50 persen atau rendah.
“Wayahnya parkir (geser) dulu, masih banyak orang yang siap menjadi kepala kelurahan. Saya berharap ini menjadi pemicu bagi para kepala kelurahan,” kata dia.
Baca Juga: Jaga Suara Milenial dan Gen-Z, Rans Bakal Door to Door Kenalkan Visi-misi Airin-Ade
Ia menegaskan, tidak akan mempertahankan kepala kelurahan yang apabila capaian PBB-P2 nya rendah, karena realisasi PBB-P2 salah satu kinerja kepala kelurahan.
“Kenapa juga dipertahankan. Kalau ibarat sepak bola satu tim kan ada pemain cadangan. Kadangkala pemain cadangan juga lebih bagus. Jadi saya warning kepala kelurahan. Ini salah satu kinerja. Kinerjanya kan bisa diukur. Kalau 37 persen ya kinerja dia 37 persen, karena kan PBB itu menyangkut dengan nilai uang juga. Kalau 57 baru 57 persen. Yang bagus itu di atas 70 persen di atas 60 persen,” tegasnya.
Kendati demikian, lanjut Nanang, pihaknya tetap akan bersikap bijak, karena ada beberapa kendala, misalnya wajib pajak (WP) berasal dari luar daerah Kota Serang sehingga tidak diketahui pemiliknya.
Baca Juga: Gegara Gas LPG Bocor, Lima Bangunan Ruko di Anyer Ludes Terbakar
“Kan itu berbagai hal yang bisa kita lakukan.
Kalau sekian tahun dia tidak bayar-bayar ya sudah putuskan saja PBB nya. Pada saat nanti dia butuh baru nanti kita proses dendanya segala macam,” tutur Nanang.
Ia mengatakan, pihaknya juga memberikan kemudahan bagi wajib pajak yang akan membayar PBB-P2. Kemudahan membayar PBB-P2 bisa melalui Indomaret, Alfamart, Bank BJB, dan mobil Pepeling.
“Tinggal nanti bagaimana ada kesungguhan dari kepala kelurahan tentu berkomunikasi dengan seluruh stakeholder yang ada di kelurahan. Pak RW, Pak RT, para tokoh masyarakat di hari-hari besar untuk terus mengimbau kepada masyarakat untuk taat bayar pajak, karena pajak ini juga adalah dalam rangka untuk kemajuan pembangunan yang ada di Kota Serang,” kata dia. ***
















