BANTENRAYA.COM – XL Axiata bersama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Kemen PPPA) memiliki program unik “She Inspire”.
Program dari XL Axiata itu dimaksudkan untuk memberikan peluang bisnis kepada perempuan di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).
Presiden Direktur and CEO XL Axiata Dian Siswarini mengatakan, She Inspire akan membantu binaan perempuan untuk mengatasi tantangan sosial dan ekonomi melalui pemberdayaan keterampilan, dukungan psikologis, dan bimbingan kewirausahaan.
Baca Juga: ILP Jurus Dinkes Kabupaten Serang Tatap Indonesia Emas 2045, Apa Itu?
“Ini bertujuan membantu perempuan menghadapi tantangan sosial ekonomi dan kembali ke masyarakat dengan keterampilan baru yang memungkinkan mereka jadi lebih baik,” kata Dian dalam keterangan tertulis yang diterima Bantenraya.com, Selasa 15 Oktober 2024.
Dia melanjutkan, ruang lingkup kerjasama prorgam tersebut meliputi penyediaan pelatihan kewirausahaan, pembuatan materi komunikasi edukatif.
Kemudian juga menyentuh pada pertukaran informasi yang relevan dengan misi pemberdayaan perempuan.
“Dan mencakup program tambahan yang disepakati oleh kedua pihak untuk mendukung perempuan di Indonesia, khususnya mereka yang mengalami kendala sosial dan ekonomi,” papar Dian.
Untuk diketahui She Inspire sudah membantu lebih dari 100 perempuan binaan membuka usaha mandiri setelah mereka bebas.
Selain aspek ekonomi, She Inspire juga memberikan dukungan mental dan emosional yang sangat penting bagi perempuan yang berada dalam masa pemasyarakatan.
Baca Juga: Debat Pertama Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten 2024 akan Bahas Kesejahteraan
“Kami akan dilaksanakan di Lapas Perempuan di sembilan kota lainnya di Indonesia, antara lain di Tangerang, Lampung, Makassar, Lombok, Bandung, Malang, Yogyakarta, Medan, dan Padang,”imbuhnya.
Menteri PPPA Bintang Puspayoga menambahkan, berdasarkan data Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, jumlah narapidana perempuan sampai tahun 2023 sejumlah 10.013 orang atau sekitar 4,8 persen dari total narapidana.
“Kami sudah melakukan pelatihan pemberdayaan perempuan kepada sekitar 500 Warga Binaan Pemasyarakatan Perempuan (WBPP), khususnya mereka yang masa tahanannya sebentar lagi akan selesai,” tuturnya.
“Hal ini dilakukan agar WBPP ini memiliki bekal dan bisa melanjutkan hidup yang mandiri dan bermanfaat setelah keluar dari lapas,” tuturnya.
Menurutnya, kolaborasi dengan XL Axiata melalui program Sisternet ini sejalan dengan misi Kemen PPPA dalam memberdayakan perempuan.
Khususnya bagi mereka yang memerlukan dukungan tambahan untuk bangkit dari masa lalu dan mempersiapkan masa depan yang lebih mandiri dan produktif.
“Bisa membuka peluang baru bagi warga binaan perempuan agar mereka dapat berkontribusi positif dalam masyarakat dan keluarga mereka nantinya,” kata Bintang.***















