BANTENRAYA.COM – Seiring dengan kesuksesan Clash of Champions, tanggapan miring kerap diperoleh acara by Ruangguru tersebut.
Salah satunya yakni tak sedikit yang menuding bahwa Clash of Champions tak lebih merupakan acara settingan.
Tudingan akan Clash of Champions itu tidak terlepas dari maraknya acara tanah air yang kerap menyuguhkan acara settingan.
Baca Juga: My Nerd Girl 3 Episode 6: Link Nonton Full Movie Beserta Jadwal Tayang Bukan Bilibili dan LK21
Sebagai informasi, Clash of Champions sendiri merupakan game show dengan menggandeng mahasiswa berprestasi dari perguruan tinggi kenamaan tanah air.
Tidak hanya itu, mahasiswa tanah air yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi bergengsi luar negeri juga ikut berpartisipasi.
Mahasiswa dari berbagai jurusan baik dalam maupun luar negeri tersebut akan beradu dengan mengerahkan kemampuan serta kecerdasannya.
Bagaikan oase di tengah gurun pasir, Clash of Champions menjadi salah satu tayangan edukasi yang kerap dinantikan.
Antusiasme publik akan hal tersebut tidak terlepas dari pengemasan acaranya yang sangat menarik.
Sayangnya, tak sedikit anggapan miring kerap disematkan pada acara tersebut yang menuding settingan.
Baca Juga: Sekolahnya Ada di Pedalaman, Siswa MIS MA Malangnengah Boyong Juara 1 KSM Matematika
Namun, salah satu peserta yakni Sandy Kristian Waluyo menepis atas tudingan Clash of Champions settingan.
Mahasiswa dari University of Singapore (NUS) itu dengan tegas bahwa game show tersebut merupakan acara sungguhan.
“No (tidak settingan), kalau setingan aku enggak akan mau pulang dari Singapura ke Indonesia,” ungkapnya.
Baca Juga: DPRD Banten Godok 2 Raperda Baru, Respons Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Anak Makin Gawat!
“Ya ngapain lomba capek-capek tapi pemenangnya sudah ditentukan ya ngapain kan,” pungkasnya seperti yang dikutip dari kanal YouTube Denny Sumargo.***



















