BANTENRAYA.COM – Desa Cikedung, Kecamatan Mancak menjadi satu-satunya desa di Kabupaten Serang yang masih berstatus sebagai desa tertinggal.
Padahal, Desa Cikedung memiliki banyak potensi pariwisata seperti bukit Cariang hingga pemandian air panas.
Sekretaris Desa Cikedung Rista Almaratudinna mengatakan, desa masih berstatus tertinggal lantaran terdapat akses jalan yang masih rusak parah.
Baca Juga: Pengamat Sebut Wakil Helldy dari Birokrasi Bakal Memudahkan Pemerintahan, Asalkan…
“Mungkin karena akses jalan yang paling utamanya, kita jalannya belum bagus semua sehingga perekonomian kita terhambat,” ujar Rista, Rabu 3 Juli 2024.
Selain masalah akses jalan yang rusak, Rista mengungkapkan, di desanya masih banyak warga yang melakukan pernikahan usia dini serta masih rendahnya tingkat pendidikan di desa tersebut.
“Mungkin dari segi SDM (sumber daya manusia) juga bisa jadi alasan. Paling tinggi tingkat pendidikannya SMA, itu pun hanya beberapa saja,” katanya.
Baca Juga: Berantas Judi Online, Pemkot Serang Edarkan Larangan ASN Judi Online
Ia menuturkan, agar keluar dari status sebagai desa tertinggal, pada tahun ini Desa Cikedung mendapat pembangunan jalan dengan cara dibeton sepanjang 225 meter dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang.
“Tadi (kemarin-red) dari PUnya ke sini. Yang pelu diperbaiki lagi sekitar 3 kilometer,” ungkapnya.
Rista mengungkapkan, walaupun Desa Cikedung masih berstatus desa tertinggal namun desa yang jumlah penduduk 2.001 jiwa dan mayoritas masyarakatanya berprofesi sebagai petani ini memiliki berbagai potensi pariwisata yang didukung dengan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Baca Juga: Birokrat Jadi Opsi Pendamping Helldy, Berpotensi Salip Alawi atau Isro?
“Untuk tempat yang diproyeksikan menjadi tempat wisata ada bukit Cariang, Rawa Danau, dan pemandian air panas. Terus ciri khas UMKMnya ada tameron, telur asin, mau, olahan ikan gabus, dan damelkan yang tebuat dari daun melinjau,” tuturnya.
Sekretaris Camat Mancak Udin Saepudin mengatakan, pihaknya terus mengajukan permohonan kepada Pemkab Serang untuk bisa memperbaiki jalan yang mengalami rusak parah.
“Setiap tahun kita mengajukan ke Pemkab Serang, tapi mungkin masih terkendala dengan anggaran. Setiap Musdes (musyawarah desa) masyarakat minta perbaikan jalan,” ujarnya.***
















