BANTENRAYA.COM – Desa Nanggung, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang dikepung banjir pada Kamis 2 Mei 2024 hingga Jumat 3 Mei 2024 dini hari.
Banjir yang terjadi di Desa Nangung, Kecamatan Kopo tersebut disebabkan intensitas hujan yang tinggi sehingga menyebabkan sungai Cibeurem meluap.
Terdapat 12 kampung yang terdampak banjir di Desa Nanggung, Kecamatan Kopo dengan jumlah bangunan terdampak 126 rumah serta akses jalan warga yang terhambat.
Baca Juga: Jadwal Tayang The Atypical Family Episode 1 dan Link Nonton Sub Indo di Streaming Resmi
Dari data yang diterima Bantenraya.com dari BPBD Kabupaten Serang, sejumlah jampung yang dikepung banjir atau terdampak banjir yakni Kampung Lewinanggung dan Kampung Cukang Galih.
Kemudian, Kamlung Pasir Makam, Kampung Rangkas Baru, Kampung Parigi, Kampung Parigi Pojok, Kampung Parigi Simpang, dan Kampung Pasir Manggu.
Selanjutnya yaitu Kampung Pabuaran, Kampung Beleng, Kampung Kubang Kantong. Banjir juga terjasi di Perumahan Grand Maja dan Kampung Mendung, Desa Kopo.
Baca Juga: Harga Tiket Nonton Film Vina: Sebelum 7 Hari di Bioskop, Advance Ticket Sales
Adapun kronologi terjadinya banjir tersebut, pada Rabu 1 Mei 2024 pada pukul 21.00 WIB wilayan Kopo dan sekitarnya diguyur hujan dengan intensitas deras.
Hujan deras tersebut menyebabkan sungai Cibeureum melupa dan arinya masuk ke pemukiman warga. Adapun bangunan yang terdampak 126 rumah, 3 musala, 3 ponpens, dan 1 sekolan Madrasah Ibtidaiyah Negeri.
Sedangkan, jumlag kepala keluarga (KK) yang terdampak yaitu 403 KK dengan jumlah jiwa 480 orang serta 90 balita. Untuk di Desa Kopo yang terdampak 65 KK dengan jumlah jiwa 271 orang.
Baca Juga: Cegah Kecurangan, Pemprov Mantapkan Peraturan PPDB 2024
Adapun upaya yang dilakukan BPBD Kabupaten Serang, pada Kamis 2 Mei 2004, pukul 14.00 WIB memberangkatkan personil TRC guna melakukan penanganan dan setibanya di lokasi langsung melalukan asesmen.
Kemudian, pada pukul 21.00 WIB BPBD memberangkatkan personil guna pengiriman perahu di Desa Nanggung dan pada pukul 22.28 WIB memberangkatkan personil guna pengiriman tenda pengungsi.
“Hingga tadi malan air masih terus ada kenaikan dengan ketinggian 20 sampai 60 sentimeter,” ujar Pusdalop BPBD Kabupaten Serang Jhoni Efendi Wangga.
Sedangkan, untuk pendirian tenda masih belum bisa di lakukan karna tidak ada lokasi yang kondusif dan warga masih menempati rumahnya masing-masing.
“Untuk kebutuhan mendesak air mineral, beras, mie instan, minyak goreng, alat pembersih, perahu rubber, tenda pengungsi,” ungkapnya.***

















