BANTENRAYA.COM – Kabel mesin insinerator atau mesin pengolah sampah di Desa Kibin, Kecamatan Kibin hilang dicuri pada Jumat, 9 Februari 2024.
Akibatnya, mesin yang baru dioperasikan Desember akhir tahun lalu ini tidak bisa diperasikan.
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, pihaknya telah membangun mesin pengolah sampah untuk mengatasi sampah yang ada di Kecamatan Kibin, namun sangat disayangkan kabel mesin tersebut hilang dipotong dan dicuri.
“Seharusnya tidak terjadi karena mesin pengolahan sampah ini untuk masyarakat,” ujar Tatu, Rabu 14 Februari 2024.
Baca Juga: Puspemkab Serang Diserang Bau Belerang, Dinas ESDM Banten Lakukan Kajian
Ia menjelaskan, dampak dari aksi pencurian itu mesin insinerator tidak bisa dioperasikan sehingga sampah tidak tertangani.
“Kejadian pencuriannya malam Sabtu kemarin. Saya sudah minta ke Camat (Babay Karnawi) dan LH (Dinas Lingkungan Hidup) agar malamnya ada yang menjaga,” katanya.
Terkait dengan penanganan sampah yang terus menumpuk di beberapa titik di wilayah Kabupaten Serang, Tatu mengaku masih kebingunan akan dibuang kemana, mamun pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemkot Cilegon agar bisa membuang di TPSA Bagendung.
“Sekarang ini dengan Kota Cilegon ada permintaan kompensasi untuk masyarakat. Kami di pemda tidak memasukan anggaran terkait permintaan untuk masyarakat itu. Kami sedang berkoordinasi dengan Pemkot Cilegon, mereka sedang membuat BLUD supaya bisa lebih mudah untuk pembyarannya,” tuturnya.
Baca Juga: Pemungutan Suara di 2 TPS Kabupaten Lebak Sempat Dihentikan, Ini Masalahnya
Tatu menuturkan, Pemkab Serang sedang menjajaki pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu atau TPST di Desa Sigedong, Kecamatan Mancak.
“Alhamdulillah di sana masyarakatnya menyambut baik. Mau tidak mau masyarakat Kabupaten Serang harus menerima wilayahnya untuk dijadikan tempat pengolaan sampah,” paparnya.
Camat Kibin Babay Karnawi mengungkapkan, peristiwa pencuiran kabel mesin insinerator tersebut terjadi pada Jumat malam Sabtu saat para pekerja sudah pulang ke rumahnya masing-masing.
“Kita tidak tahu kalau kabel ada yang mencuri. Kalau yang kerja sampai pukul 00.00 WIB. Mungkin pekerja pulang pencuri berkasi,” katanya.
Baca Juga: Harga Beras di Pasar Rangkasbitung Mahal, Distribusi dari Daerah Ini Menipis
Babay menuturkan, kasus pencurian kabel tersebut sudah dilaporkan ke pihak kepolisian oleh DLH Kabupaten Serang karena pengelolaan mesin menjadi kewenangan DLH.
“Informasinya sama pihak ketiga lagi dicarikan kabelnya. Saya juga minta ke DLH tenaga tambahan untuk penjaga, karena kita enggak punya anggaran,” ujarnya.***
















