BANTENRAYA.COM – Penyusunan metadata statistik satu data yang dilakukan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Serang belum optimal karena dinilai masih belum serius.
Penyusunan satu data Kota Serang masih belum optimal, karena minimnya sumber daya manusia (SDM) operator yang berkompeten di bidang data.
Selain itu, karena ketersediaan data yang minim dan kurangnya kesadaran OPD di lingkup Pemkot Serang akan pentingnya data.
Baca Juga: Promo Seru Grand Cilegon Residence! Bayar Rp2 Juta Langsung Huni Rumah Impian
Imbasnya selain pengiriman satu data dari OPD ke Wali Data dalam hal ini Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Serang mengalami keterlambatan, datanya pun kurang akurat.
Masih belum optimalnya penyusunan satu data ini terungkap dalam acara penyusunan metadata statistik satu data Kota Serang.
Acara digelar Diskominfo Kota Serang, di Aula Bank Jawa Barat (BJB) KCK Banten, Kota Serang, Selasa 6 Februari 2024.
Baca Juga: Kisah Sofian Sauri, Pria asal Pandeglang yang Raup Jutaan dari Budidaya Lebah Trigona Itama
Penyusunan metadata statistik satu data dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang Nanang Saefudin.
Sekda Kota Serang Nanang Saefudin mengatakan, penyusunan satu data Kota Serang ini bekerjasama dengan USAID ERAT, dan BPS Kota Serang.
“Tujuannya dalam rangka penyelenggaraan tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance,” ujarnya, kepada Bantenraya.com.
Baca Juga: Naik Drastis! Pengidap DBD di Kota Cilegon Meningkat hingga Nyaris 100 Persen
Ia menuturkan, penyusunan data sangat krusial karena membangun data agak repot karena melalui proses, bahkan terkesan mahal.
“Jadi membangun data itu mahal lagi kalau membangun tanpa data. Berapa jumlah kasus stunting, UMKM, berapa anak putus sekolah, itu kan harus ada data yang valid,” ucap dia.
Menurut Nanang, penyusunan satu data Kota Serang sudah bisa dijadikan role model bagi kabupaten kota lain.
Walaupun data Kota Serang juga mengakui data Kota Serang Serang belum sempurna juga karena data dinamis.
“Contoh jumlah penduduk mungkin tidak akan 700 ribu saja, suatu saat data itu akan diperbaiki,” ttuurnya.
“Mudah-mudahan Kota Serang jadi role model sehingga diundang mungkin oleh kabupaten kota lain. Tapi kita masih dalam proses, tidak menganggap data kita sudah sempurna,” katanya.
Ia mengakui dalam penyusunan satu data ada banyak kendala salah satunya SDM.
“Tapi saya yakin dengan SDM yang kita miliki, yang masih muda, terutama komitmen dari seluruh pimpinan,” ungkapnya.
“Baik Walikota, Sekda, kepala OPD semua berkomitmen bahwa data ini dalam rangka proses pengambilan keputusan dalam hal ini kebijakan sehingga nanti tidak salah,” jelas Nanang Saefudin.
Kepala Diskominfo Kota Serang Arif Rahman Hakim mengatakan, kinerja metadata statistik satu data Kota Serang belum optimal, karena ada banyak kendala dalam penyusunan satu data Kota Serang.
Baca Juga: Warga Banten Beli CCTV untuk Pencegahan? Ternyata Tidak, 99 Persen Gegara Sudah Jadi Korban
Mulai dari ketersediaan data, kurangnya kesadaran instansi daerah akan pentingnya data, kurangnya anggaran untuk pengumpulan data, kurangnya SDM yang kompeten di bidang data, kualitas data,
“Dan data yang dihasilkan belum memenuhi standar, belum akurat, belum mutakhir, koordinasi antar perangkat daerah, kurangnya kesadaran akan pentingnya koordinasi antar perangkat daerah, pengolahan data, kurangnya infrastruktur untuk pengolahan data,” kata Arif Rahman Hakim.
Ia menuturkan, peran kepala OPD sebagai produsen data harus ikut berperan serta untuk penyusunan satu data Kota Serang.
Baca Juga: PO Haryanto Luncurkan Bus Baru dengan Body Skylander R22, Gunakan Chasis Apa?
“Pengumpulan data ini masih kurang tapi kita maksimalkan. Nah peran kepala OPD sangat krusial dalam penyusunan satu data ini,” katanya.
Arif juga berharap tiap OPD agar menambah SDM operator, karena operator yang akan mengelola satu data tersebut.
“Solusinya tiap OPD agar ditambah SDM terutama operator karena operator bakal lama menetap,” tandas Arif. ***

















