BANTENRAYA.COM – Konten visual kini menjadi aset penting di era digital. Foto dan video yang diunggah ke internet sangat mudah disalin atau digunakan ulang tanpa izin oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.
Oleh karena itu, memberikan sebuah watermark kini dianggap sangat perlu sebagai langkah dasar untuk melindungi karya sekaligus membangun identitas visual.
Watermark berfungsi sebagai penanda kepemilikan yang, jika diterapkan dengan tepat, tidak akan mengganggu tampilan.
BACA JUGA: Jangan Tertipu, Ini Cara Cek HP Bekas Masih Cicilan atau Tidak
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, berikut adalah lima cara membuat watermark pada foto dan video:
1. Tentukan Bentuk Watermark Sesuai Kebutuhan
Watermark bisa berupa teks, logo, atau gabungan keduanya. Untuk akun personal, nama akun atau inisial sudah cukup.
Sementara kreator profesional dan brand biasanya memilih logo agar identitas terlihat lebih konsisten.
Bentuk watermark sebaiknya sederhana dan selaras dengan gaya visual konten agar tidak mengalihkan perhatian dari isi utama.
2. Atur Posisi Watermark Secara Strategis
Posisi watermark memengaruhi tingkat keamanan konten. Meletakkannya di tengah dengan transparansi rendah membuat watermark lebih sulit dihapus.
Namun, sudut foto atau area kosong juga bisa dipilih jika ingin tampilan lebih bersih.
Untuk video, watermark sebaiknya muncul konsisten di setiap frame agar tidak mudah dipotong.
3. Gunakan Transparansi yang Seimbang
Pengaturan transparansi sangat menentukan kenyamanan visual. Watermark yang terlalu pekat akan mengganggu tampilan, sementara yang terlalu samar mudah dihilangkan.
Menjaga opacity di tingkat sedang membuat watermark tetap terbaca tanpa mendominasi foto atau video.
4. Pilih Aplikasi atau Software yang Tepat
Berbagai aplikasi gratis maupun berbayar tersedia untuk membuat watermark. Aplikasi edit bawaan ponsel cukup untuk kebutuhan sederhana, sementara video dapat diedit dengan aplikasi yang mendukung watermark otomatis.
Bagi kreator yang rutin membuat konten, software dengan fitur preset akan menghemat waktu dan menjaga konsistensi.
5. Jaga Konsistensi di Setiap Konten
Konsistensi watermark membantu audiens mengenali karya dengan cepat. Gunakan ukuran, font, warna, dan posisi yang sama di seluruh konten.
Selain memperkuat identitas visual, watermark yang konsisten juga membuat proses produksi lebih efisien.
Kesimpulan
Keberadaan watermark pada konten saat ini bukan sekadar elemen tambahan, melainkan perlindungan dasar bagi karya digital. Dengan bentuk yang tepat, posisi strategis, dan konsistensi, foto serta video yang orisinil akan lebih aman saat dibagikan di ruang digital yang semakin terbuka.***


















