BANTENRAYA.COM – Sebanyak 80.000 Koperasi Desa atau Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia resmi diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto secara serentak melalui dalam jaringan (daring).
Launching Kopdes Merah Putih di Banten sendiri dipusatkan di Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Senin 21 Juli 2025.
Gubernur Banten Andra Soni mengaku, optimis Kopdes Merah Putih akan menjadi penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa dan sesuai apa yang diharapkan oleh pemerintah pusat.
Baca Juga: Tahun 2025 Belum Juga Habis, Sudah ada 124 Kasus Pelecehan yang Terjadi di Lebak
“Yang diharapkan Bapak Presiden jelas, ini kesempatan untuk kita dalam mensukseskan program itu ke depan. Kita wujudkan dari desa untuk membangun ekonomi dari bawah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dari 1.552 Kopdes Merah Putih di Provinsi Banten hanya baru 80 persen yang terbentuk.
Kemudian ada satu desa yang tidak bisa membentuk Kopdes Merah Putih karena terbentur dengan kepercayaan adat yang tidak bisa diganggu gugat.
Baca Juga: Reaksi NO NA Usai Lagu Shoot Digunakan Jisoo BLACKPINK, Group Vokal Asal Indonesia Histeris
“Itu Desa Kanekes di Kabupaten Lebak, kita akan menghormati kearifan lokal di sana. Insya Allah kami bisa menjalankannya dan yakin bersama-sama dari seluruh masyarakat untuk Indonesia,” katanya.
Andra menuturkan, Kopdes Merah Putih baru dilaunching secara nasional sehingga masih banyak KDMP yang belum memulai usahanya dan akan dipermudah dengan bantuan yang diberikan oleh pemerintah.
“Ini kan baru launching kalau permodalan itu nanti dilihat setelah ada role model. Tidak semua desa itu memiliki kesamaan, dan adanya kopdes ini juga sangat membantu untuk menjaga stabilitas harga,” jelasnya.
Baca Juga: Luncurkan 80 Ribu Kopdes, Presiden Prabowo: Kemerdekaan Sejati Adalah Kemerdekaan Ekonomi
Ia mengungkapkan, pihaknya akan konsen membantu menjalankan usaha di tiap-tiap Kopdes Merah Putih mulai dari permodalan hingga pasokan kebutuhan untuk usaha.
“Ada Bank Himbara (Himpunan bank milik negara) yang membantu permodalan, harga tabung gas akan stabil, dan lain sebagainya,” katanya.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, pengurus Kopdes akan mengikuti capacity building untuk melatih dalam mengelola Kopdes Merah Putih.
“Ada penguatan kapasitas khususnya untuk pengurus koperasi desa, nanti ada pelatihan sehingga para pengurus khususnya ketua KDMP itu bisa mengelola koperesi desa sesuai aturan yang ada. Pelaksanaannya tanggal 23 juli,” ujarnya.
Ia menjelaskan, masih banyak KDMP yang belum memulia usahanya sehingga desa didorong untuk mencontoh koperasi desa yang menjadi mockup salah satunya KDMP Desa Ranjeng.
“Mulai Oktober seluruh Kopdes itu sudah harus jalan, jadi sekaerang Desa Ranjeng ini hanya untuk percontohan saja. Jadi nanti yang lain kalau pengen melihat boleh datang ke sini,” katanya.
Baca Juga: Pemprov Gelontorkan Rp159 Miliar untuk Biaya 76 Ribu Siswa di Sekolah Swasta
Zakiyah menuturkan, KDMP Desa Ranjeng sudah memiliki unit usaha yang lengkap sehingga cocok dijadikan sebagai percontohan untuk koperasi desa yang lain.
“Alhamdulillah kelengkapan yang ada di lokasi mockup sudah lengkap. Mulai dari gerai sembako, gas elpiji, pupuk, klinik desa, konveksi, dan lain sebagainya,” jelasnya. ***










