Senin, 16 Maret 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Senin, 16 Maret 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

Fenomena Gay di Banten, Kalau Sudah Kebelet Suka “Main” di Toilet Umum

Dewa Oleh: Dewa
6 Januari 2021 | 07:35
Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

SERANG, BANTEN RAYA- Perilaku seks menyimpang seperti lelaki suka lelaki (LSL) atau juga disebut pelaku homoseksual alias gay ditemukan di kabupaten kota di Banten. Dalam melakukan hubungan seksualnya, mereka tidak mengenal tempat. Berhubungan di toilet umum pun jadi.

ADVERTISEMENT

Ketua Forum Waria Provinsi Banten Bunda Endang mengatakan, kasus LSL masih banyak ditemukan terutama di daerah-daerah perkotaan. “Kita tidak bisa mengidentifikasi dia itu orang Serang atau dari luar karena nomaden atau berpindah-pindah tempat,” katanya.

Ia menjelaskan, pelaku homosekual bisa saja berasal dari Jakarta atau kota-kota besar lainnya yang memiliki lawan main di Serang. “Jadi mereka itu biasanya datang dari Jakarta terus tinggal di Serang beberapa hari. Setelah itu balik lagi. Di Kabupaten Serang ada tapi yang banyak itu di perkotaan,” ujarnya. 

Endang menuturkan, untuk lokasi mereka melakukan hubungan seksual sesama jenis, tidak mengenal tempat. Di mana saja mereka mau bisa saja dilalukan. “Kalau yang punya duit bisa saja main di hotel, ada juga yang di kos-kosan. Tapi kalau sudah kebelet, ada juga yang main di kamar mandi tempat umum (toilet) yang dinilai aman,” tuturnya.

Perilaku hubungan seksual yang menyimpang diakui Endang berisiko tinggi penularan HIV/AIDS. “Bisa saja orang yang main dengan teman-teman kita waria, dia juga main dengan laki-laki lain yang sudah terkena HIV/AIDS, akhirnya menular ke kita. Biasanya kalau ada yang ngajak main kita saranin pakai kondom,” paparnya.

Mereka yang melakukan hubungan seksual sesama jenis rata-rata usianya di atas 16 tahun. “Kalau di bawah umur kami belum menemukan. Untuk data LSL kalau di Cilegon ada puluhan, tapi kalau di Kabupaten Serang saya belum terima data, karena itu tadi mereka berpindah-pindah tempat,” katanya.

BACAJUGA:

Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Gembong R Sumedi

Fraksi-fraksi DPRD Banten Kompak Usulkan Tukin ASN Pemprov Dipangkas 50 Persen

8 September 2025 | 08:00
Kepala Disnakertrans Provinsi Banten Septo Kalnadi memberi keterangan terkait data soal PHK di Banten

Enggan Terbuka Soal Data PHK, Banyak Pemda di Banten Ketakutan

8 September 2025 | 07:00
BPK periksa Bank Banten

BPK Bedah Potensi PAD Pemprov, Bank Banten Masuk Radar Audit

8 September 2025 | 06:00
logo

Desainer Grafis Ini Sebut Logo Provinsi Banten Kurang Bagus, Hasilnya Editannya Bikin Geleng Kepala

7 September 2025 | 16:43

Terpisah, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang Riris Budiarni mengaku, pada 2020 pihaknya tidak melakukan pendataan kasus HIV/AID karena fokus penanganan Covid-19. “Belum ada data terbaru (kasus HIV/AIDS) karena situasi Covid. Kami tidak melakukan mobile VCT (voluntary counselling and testing) ke lapangan,” kata Riris. 

Penelusuran Banten Raya (grup Radar Banten), sejumlah akun grup facebook terdeteksi menggunakan tema gay. Seperti misalnya akun grup Gay Anak Bapak Serang Banten yang memiliki 5.399 anggota. Grup ini cukup aktif di mana beranda grup selalu dipenuhi postingan setiap hari. Unggahannya, komentar atau konten berbau aktivitas gay banyak ditemukan.

Selanjutnya ada akun dengan nama Gay Tangerang dengan 567 pengikut. Sama seperti akun sebelumnya, grup ini masih aktif. Dinding akun grup hampir setiap hari diperbarui oleh postingan para anggota. Kemudian ada grup Gay Pandeglang yang memiliki 410 pengikut. Akun ini sepertinya tak aktif lagi. Sebab, postingan terakhir dilakukan pada 28 Oktober 2017. Itu pun postingan dari admin grup.

BISA BERUBAH

Terpisah, psikolog Sake Pramawisakti mengatakan, berdasarkan ilmu pengetahuan, pada diri setiap orang terdapat sifat kelelakian dan keperempuanan. Saat baligh, normalnya seorang laki-laki akan menjadi laki-laki, sedangkan perempuan akan menjadi perempuan.

“Namun, (homoseksual bisa terjadi apabila) sebelum mereka baligh, ada semacam ujicoba atau eksperimen,” ujar Sake, Minggu (3/1/2021).

Selain itu, homoseksual itu juga bisa terjadi karena faktor lingkungan. Para penderita homoseksual bisa terbawa lingkungan apabila tidak dipagari atau diberikan pendidikan dasar. Apalagi yang saat ini muncul adalah homoseksual di kalangan remaja, bukan pada orang dewasa.

Kata Sake, seorang homoseksual tidak ada tanda-tanda khusus. “Hanya ketertarikan terhadap sesama jenis saja. Jadi secara fisik, tidak terlihat ada tanda-tanda khusus,” tuturnya.

Apabila laki-laki kemayu atau perempuan maskulin, ia mengatakan, hal itu tidak bisa langsung dikatakan pengidap homoseksual. “Tidak melulu seperti itu,” ujar Sake. 

Namun, saat berperilaku terhadap pasangan, mereka seperti lawan jenis bukan sesama jenis.

 Ia mengatakan, selain penyimpangan seksual yang tentu saja berbahaya terhadap kesehatan, saat berhadapan dengan lingkungan yang tidak menerima mereka, homoseksual juga akan menghadapi bahaya. Kata dia, homoseksual akan menimbulkan konflik. 

Sake mengatakan, pada dasarnya pwrilaku homoseksual bisa disembuhkan. “Perilaku itu bisa diubah,” terangnya. 

Kesembuhan itu dapat dilakukan dengan berbagai terapi. Hingga saat ini, ia mengaku selama menjadi psikolog, baru ada satu orang homoseksual yang datang. Hanya saja bukan untuk berobat, tetapi meminta tolong untuk menjelaskan kepada keluarganya. “Tentu saja, saya menolak,” tegasnya.

Agar anak-anak tidak menjadi homoseksual, ia mengimbau agar orangtua mengajarkan norma-norma sejak dini. Orangtua dapat menyampaikan kepada anak-anak, laki-laki harus menjadi anak-anak yang kelak mempunyai istri lalu menjadi kepala keluarga dan memiliki anak-anak. “Norma-norma harus ditanamkan,” ujar Sake.

Selain itu, orangtua juga harus tetap mengawasi anak-anaknya. “Sekarang anak laki-laki apabila sering tidur bersama temannya harus diwaspadai. Kalau dulu kan biasa main bersama, tetapi sekarang zamanya beda. Pengawasan orangtua sangat dibutuhkan,” tuturnya. (tanjung/dewa/rahmat/nna/alt)

Editor: Administrator
Previous Post

Pandeglang Catat Penambahan Kasus Covid-19 Tertinggi, Berasal dari Klaster Hajatan

Next Post

Uang BST Jangan Diberikan ke Suami

Related Posts

Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Gembong R Sumedi
Daerah

Fraksi-fraksi DPRD Banten Kompak Usulkan Tukin ASN Pemprov Dipangkas 50 Persen

8 September 2025 | 08:00
Kepala Disnakertrans Provinsi Banten Septo Kalnadi memberi keterangan terkait data soal PHK di Banten
Daerah

Enggan Terbuka Soal Data PHK, Banyak Pemda di Banten Ketakutan

8 September 2025 | 07:00
BPK periksa Bank Banten
Daerah

BPK Bedah Potensi PAD Pemprov, Bank Banten Masuk Radar Audit

8 September 2025 | 06:00
logo
Pemprov Banten

Desainer Grafis Ini Sebut Logo Provinsi Banten Kurang Bagus, Hasilnya Editannya Bikin Geleng Kepala

7 September 2025 | 16:43
Dewan Banten Soroti Banjir di Kota Serang dan Apresiasi Aksi Gerak Cepat Walikota Budi Rustandi
Pemprov Banten

DPRD Minta Jalan Palima–Pakupatan Dituntaskan, DPUPR Banten Pastikan Terus Berprogres

26 Agustus 2025 | 17:37
Banser Tampil dengan Peran Berbeda, Hadirkan Spirit Kebersihan di Momen Pelantikan PWNU Banten
Pemprov Banten

Banser Tampil dengan Peran Berbeda, Hadirkan Spirit Kebersihan di Momen Pelantikan PWNU Banten

25 Agustus 2025 | 22:53
Load More

Popular

  • OPD

    Walikota Serang Budi Rustandi Instruksikan Seluruh OPD Beralih ke Transaksi Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral Isu Dugaan Praktik Pungli Pencairan Dana Sertifikasi Guru Agama, Kemenag Kota Tangerang: Itu Tidak Benar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buntut Nimbrung di Unggahan Mengarah Pelecehan, Agung Karmalogy Minta Maaf dan Akui Kapok

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • GRATIS! Link Download Logo Milad ke-62 IMM 2026, Lengkap dengan Filosofinya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hapus Citra Buruk Komunitas Otomotif, Roadsters Cilegon dan SMR Buka Puasa Bersama Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beredar Foto Benjamin Netanyahu Tewas kena Rudal Iran, Bukan Buatan AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Heboh Pendakwah Inisial SAM Dilaporkan Atas Dugaan Kasus Pelecehan, Netizen Seret Nama Syaikh Ahmad Al Misry

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • HMI Cilegon Dukung Langkah Tegas Penutupan Akses Tambang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Suami Agnes Jennifer Diduga Kembali Selingkuh, Begini Respon Sang Selebgram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Bulan Anggaran Sekolah Gratis Belum Dibayar, Dindikbud Banten Dinilai Tidak Profesional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten Beasiswa BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
ADVERTISEMENT
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda