BANTENRAYA.COM – Mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta yang melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) di Kecamatan Tanara selama 50 hari mewariskan bank sampah dan kegiatan fesival budaya.
Ke depan UGM juga akan menacari solusi untuk penyediaan air bersih di wilayah tersebut.
Bupati Serang Rt Tatu Chasanah mengatakan, kerja sama antara UGM dengan Pemkab Serang sudah berjalan dengan dilaksanakannya 2 kali kegiatan KKN mahasiswa UGM di Kecamatan Tanara.
“Tentu banyak manfaat yang diperoleh dari kerja sama ini,” ujar Tatu usai acara pelepasan mahasiswa KKN UGM di pendopo Bupati Serang, Rabu 1 Februari 2023.
Ia menjelaskan, mahasiswa UGM yang melaksanakan KKN telah melakukan transfer ilmu kepada masyarakat di Kecamatan Tanara yang memberikan pengaruh terhadap perubahan sosial, budaya, dan ekonomi.
“Kita pemda dengan UGM sudah membuat panduan apa saja yang dilakukan oleh mahasiswa di Tanara,” katanya.
Baca Juga: Rombak Habis, Posisi Kajati dan 5 Kajari di Banten Diganti Bersamaan
Tatu memastikan, pihaknya akan menindaklanjuti kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan oleh para mahasiswa UGM tersebut.
“Permasalahan sampah sudah mulai ada solusinya. Untuk air bersih akan dicarikan solusinya,” katanya.
“Mudah-mudahan dengan kegiatan KKN ini dapat merubah prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) masyarakat di sana,” tuturnya.
Baca Juga: Tes IQ: Dalam 30 Detik Coba Temukan 3 Perbedaan dari 2 Gambar Berikut, Masa Nggak Ketemu
Dosen Pembimbing Lapangan UGM Sudaryatmo mengungkapkan, kegiatan KKN digelar selama 50 hari kerja dari Desember 2022 hingga akhir Januari 2023.
“Masalah yang paling jadi perhatian di Tanara masalah lingkungan terutama pengelolaan sampah. Sekarang sudah mulai terbentuk tata kelola sampah dan bank sampah juga sudah terbentuk,” katanya.
Ia berharap, kegiatan pengelolaan lingkungan di Tanara yang sudah terbentuk tersebut bisa ditindak lanjuti oleh organsisasi perangkatan daerah (OPD) terkait, kecamatan, dan juga desa.
Baca Juga: Tes IQ: Temukan 3 Perbedaan dalam 2 Gambar Berikut untuk Cek Ketajaman Mata Kamu, Coba Konsentrasi!
“Terus keberlanjutan festival budaya Tanara juga mohon untuk dikawal oleh pemda,” tuturnya.***



















