BANTENRAYA.COM – Kota Serang masuk 10 besar kabupaten atau kota di Indonesia yang tingkat inflasinya cukup tinggi.
Tercatat sejak bulan November 2022, peningkatan inflasi Kota Serang mencapai angka 7,56 persen.
Kebutuhan barang pokok menjadi salah satu penyebab terjadinya peningkatan inflasi Kota Serang.
Baca Juga: Rata-rata Karena Kasus Narkoba, 10 Narapidana di Banten Menunggu Eksekusi Mati
Kaitan inflasi Kota Serang masih tinggi ini terungkap pada rapat koordinasi dan sinkronisasi pengendalian inflasi daerah Kota Serang dan kesiapsiagaan ketersediaan bahan pokok atau bapok menjelang Natal 2022 dan tahun baru 2023.
Kegiatan digelar di ruang rapat Walikota Serang, Setda lantai 2, Puspemkot Serang, Kota Serang, Selasa 20 Desember 2022.
Rapat tersebut dihadiri Walikota Serang Syafrudin didampingi Asda II Kota Serang Yudi Suryadi, Kepala Bank Indonesia Regional Banten Imaduddin Sahabat.
Baca Juga: Spoiler One Piece Chapter 1070: Penjelasan Vegapunk Tentang Buah Iblis, Logia Paling Mustahil Ditiru
Kemudian Pimpinan Bulog Kantor Cabang Serang Budhi Indrawan, dan kepala organisasi perangkat daerah atau OPD terkait.
Walikota Serang Syafrudin mengatakan, peningkatan persentase inflasi secara nasional Kota Serang masuk dalam 10 kabupaten atau kota yang tergolong tingkat inflasinya cukup tinggi.
Tercatat sejak bulan November 2022, peningkatan inflasi Kota Serang mencapai angka 7,56 persen.
Baca Juga: Ini Arti Atapu yang Viral di TikTok, Bahasa Gaul yang Bisa Kamu Pakai dan Ungkapkan ke Pasangan
Kebutuhan barang pokok menjadi salah satu penyebab terjadinya peningkatan inflasi Kota Serang.
“Karena daya konsumsi dan monitor yang tidak terkontrol, sehingga menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu,” kata Syafrudin.
Beberapa bahan pokok yang menyumbang inflasi di Kota Serang tersebut antara lain, telur ayam ras 0,05 persen, beras 0,04 persen, tomat, 0,04persen, dan minyak goreng 0,03 persen.
Baca Juga: Bang Edi Keceplosan Soal Rencana Tayang Preman Pensiun 8, Aris Nugraha Bereaksi dan Bilang Begini
Syafrudin menjelaskan, penyebab inflasi lainnya, karena adanya tradisi kearifan lokal dalam memperingati hari besar keagamaan.
“Imbasnya jumlah kebutuhan pokok meningkat, sehingga tidak terkontrol,” jelas dia.
Syafrudin menyebutkan, inflasi di Kota Serang bukan hanya dari kebutuhan pokok, akan tetapi barang atau jasa bukan bahan pokok seperti tarif angkutan umum dalam kota, rokok dan tarif parkir.
Baca Juga: Mitigasi Resiko Perlambatan Ekonomi, Program Kartu Prakerja 2023 Dinilai Tepat
“Tarif parkir menyumbang persentase inflasi 0,01 dan tarif angkutan umum 1,14persen,” ungkapnya.
Syafrudin mengimbau masyarakat Kota Serang untuk membeli barang-barang konsumsi sesuai kebutuhan.
“Beli sesuai kebutuhan aja, jangan membeli barang-barang dengan apa yang diinginkannya tanpa melihat penting atau tidaknya,” kata Syafrudin. ***



















