Senin, 2 Maret 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Senin, 2 Maret 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

Sejarah M Yusuf Martadilaga, Terbunuh oleh Pasukan Bambu Runcing di Cibaliung Pandeglang Pasca Agresi Belanda

Muhaemin Oleh: Muhaemin
14 Agustus 2022 | 11:06
Sejarah M Yusuf Martadilaga, Terbunuh oleh Pasukan Bambu Runcing di Cibaliung Pandeglang Pasca Agresi Belanda

Jenderal Soedirman memimpin gerilya pada tahun 1945 istimewa

Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

BANTENRAYA.COM –  tanggal 17 Agustus 1945 Soekanro-Hatta membacakan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia atas penjajahan.

Pasca kemerdekaan situasi sosial dan politik masih kacau termasuk di Banten, ditambah dengan upaya Belanda kembali menguasai wilayah Indonesia.

Belanda melakukan agresi militer belanda pertama yang berlangsung sejak 21 Juli 1947 hingga 5 Agustus 1947 dimpimpin oleh Letnan Gubernur Jenderal Johannes van Mook.

Pasca agresi militer belanda pertama situasi keamanan di Banten tak menentu dan ada sejumlah tokoh pahlawan yang muncul salah satunya M Yusuf Martadilaga.

Baca Juga: Cara Mengirim Foto di WhatsApp Agar Tidak Pecah, Ternyata Sangat Mudah!

Nama dan sejarah M Yusuf Martadilaga patut diketahui karena M Yusuf Martadilaga adalah kepala keposian pertama keresidenan Banten.

Setiap menjelang hari kemerdekaan RI 17 Agutus, pusara M Yusuf Martadilaga di Kabupaten Pandeglang selalu ramai oleh peziarah.

Pasca agresi militer Belanda pertama, Jenderal Soedirman memberikan mandat pada akhir bulan Juli 1947 kepada Sutan Akbar untuk menyusun kembali kekuatan di Jawa Barat.

Atas dasar mandat itu di Jawa Barat terbentuk Divisi Bambu Runcing (BR) dipimpin Sutan Akbar. Kesatuan ini bukan bagian dari kesatuan tentara reguler.

Keberadaan Laskar BR merupakanperwujudan sikap perjuangan tanpa kompromi beberapa pejuang di Jawa Barat yang menuntut tidak perlu diberikannya konsesi apapun kepada Belanda dan agar terus melawan Belanda.

Baca Juga: Kenali Sebelum Terjadi! Berikut 5 Tanda WhatsApp Anda Kena Hack dan Upaya Antisipasinya

Robert Bridson Crib dalam bukunya berjudul Gejolak Revolusi di Jakarta, 1945-1949: Perjuangan Antara Otonomi dan Hegemoni yang dikutip  oleh Departemen Sejarah – Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia menyebutkan bahwa Sutan Akbar adalah sebutan karena nama aslinya Bahar Rezak, seorang mahasiswa kedokteran, pemimpin Laskar Rakyat Djakarta Raya (LRDR) yang dibentuk di Salemba tanggal 22 November 1945. 

Dalam penelitian yang sama, pasca ageresi Belanda pertam dilakukan Persetujuan Renville antara Belanda dan Indonesia. Kala itu Kesatuan Siliwangi hijrah ke Yogyakarta, laskar-laskar di Jawa Barat tidak ikut serta, termasuk LBR dan memilih berjuangan dengan cara sendiri-sendiri.

Agresi militer kedua Belanda pecah dan menyerang Yogyakarta. Kesatuan Siliwiangi kembali ke Jawa Barat dengan cara long march melewati medan yang berat.

Sebuah rombongan kecil yang dipimpin Khaerul Saleh juga kembali ke Jawa Barat melalui rute yang dilalui oleh sebagian besar pasukan Siliwangi.

Baca Juga: Contoh Sambutan Singkat Hari Pramuka 2022, Cocok Dibaca Saat Upacara HUT Pramuka

Rombongan beranggota 20 orang pengikut Tan Malaka dan anggota LRJR (Laskar Rakyat Jakarta Raya) yang lama. Diceritakan dalam penelitian ini bahwa Tan Malaka memilih ke Jawa Timur yang menurutnya lebih aman. Khairul Saleh kemudian memimpin pasukan BR di Jawa Barat.

Konflik antara Kesatuan Siliwangi dan lascar di Jawa Barat sering meletup namun akhirnya kekuatan militer non militer ini bisa bersatu dengan nama Staf Gabungan Gerilya Jakarta Timur yang merupakan gabungan antara BR, SP88, dan Kesatuan Siliwangi di bawah pimpinan Mayor Sambas Atmadinata. Mereka bersama-sama melakukan peranggerilya melawan Belanda.

Namun perpecahan antara Kesatuan Siliwangi dengan laskar non militer kembali terjadi usai adanya persetujuan Rum – van Royen yang isinya bahwa untuk menyelesaikankonflik antara kedua negara ditempuh jalan perundingan.

Khairul Saleh dan BR menentang perjanjian dan memilih tetap melanjutkan penyerangan kepada Belanda.

Sejak itu antara BR dan kesatuan Siliwangisering terjadi bentrokan bersenjata, banyak anggota BR yang terbunuh.

Penelitian ini mengutip Koran Merdeka, 11 Oktober 1949 yang enyebutkan Kesatuan Siliwangi mendesak kedudukan BR, mereka terusir darimarkasnya, menyingkir ke daerah Cibinong, Bogor Utara.

Baca Juga: Handball Kontroversial Antarkan Persib Raih Kemenangan Perdana di Liga 1

Pada tanggal 28 September 1949 mereka mengadakan pertemuan rahasia di Jonggol, Bogor Utara. Sebagian besar yang hadir menginginkan agar BR mengkonsolidasikan kekuatannya di Banten Selatan.

Dipilih daerah tersebut karena menurut mereka BR akan mendapat dukungan dari rakyat setempat. Hanya sedikit anggota yang menentang rencana itu,antara lain Wahidin Nasution.

Tentara Rakyat di Banten Selatan

Situasi di Banten Selatan setelah gencatan senjata, berbedadengan situasi sebelumnya. Setelah gencatan senjata dilaksanakan mulaimalam tanggal 10/11 Agustus 1949, Pemerintah Daerah Banten mengerahkan masyarakat untuk bergotong royong memperbaikiberbagai sarana yang rusak akibat perang.

Mereka memperbaiki jalan-jalan, jembatan-jembatan, kantor-kantor pemerintah daerah, mesjid-mesjid, sekolah-sekolah, dan saluran-saluran irigasi. Polisi dan pamong praja bertugas menjaga keamanan menggantikan TNI yang telah diasramakan.

Minggu pertama bulan Oktober 1949, Laskar BR sekitar 400 orang dipimpin langsung oleh Khaerul Saleh bergerak dari Bogor Utara menuju Banten Selatan. Dalam rombongan tersebut terdapat Syamsuddin Chan, Wim Mangelep, Sidik Samsi, dan Camat Nata.

Pimpinan BR Bogor, Muhidin Nasution, juga menuju Banten Selatan bergabung dengan mereka karena di daerahnya ia dicurigai TNI dan masyarakat.

Mereka bergerak lewat Lebak Selatan, menghindaripasukan Belanda dan TNI, menuju Cibaliung Banten Selatan, daerah yang tidak terlalu ketat dijaga oleh TNI. Dalam perjalanan terjadi kontak senjata dengan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII )pimpinan Kartosuwiryo dan kesatuan-kesatuan khusus bentukan Belanda yang menjaga perkebunan.

Baca Juga: Hari Pramuka Ke 61: Inilah 7 Ucapan Selamat Hari Pramuka Dalam Bahasa Inggris untuk Diposting di Status Media

M Yusuf Martadilaga Terbunuh

Dalam perjalanan ke Banten Selatan mereka melakukan pembunuhan-pembunuhan. Mereka dengan mudah menguasai Malingping di Lebak Selatan kemudian terus ke baratmenuju Cibaliung.

Mereka juga dengan mudah menguasai kota keciltersebut karena TNI tengah berkumpul kembali di bagian utara Keresidenan Banten. Laskar BR melakukan aksinya di daerah Cibaliung. Aksi mereka kejam, sangat bertentangan dengan ajaran agama Islam,melakukan pembunuhan terhadap pihak-pihak yang menjadi lawannya.

Ketika berada di Purwakarta, musuh mereka adalah tentara Belanda, tetapi setelah berada di Banten, musuh mereka selain Belanda adalah pemerintah RI, termasuk aparat keamanannya.

Masyarakat gelisah karena perbuatan mereka, banyak korban berjatuhan, baik dari kalangan sipil, polisi, militer, maupun rakyat.

Korban tersebut antara lain Wakil Residen Banten Ahmad Fathoni, Kepala Kepolisian Keresidenan Banten Komisaris Polisi Yusuf Martadilaga, Letnan Dua Mukhtar, dan Lurah Halimi dari Cibaliung. Kecuali yang disebutkan terakhir, merekabertiga setelah ditawan satu malam, dibunuh pada hari Minggu malam Senin tanggal 9 Oktober 1949 di daerah Cikeusik.

Baca Juga: Apple Cheeks yang Lagi Trending Itu Apa? Simak Tips untuk Dapatkan Senyum Apple Cheeks di Sini

Jenazah mereka dikubur dalam satu lubang di pinggir sungai kecil dekat Desa Dahu,Kecamatan dan Kawedanaan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang

Beberapa hari kemudian, ketiga mayat tersebutdapat ditemukan. Jenazah Yusuf Martadilaga kemudian dimakamkan dimakam keluarga di Kampung Ciherang, kota Pandeglang.

BACAJUGA:

israel

Israel akan Panggil 70.000 Tentara, Sesuai Hadist soal Pasukan Dajjal!

1 Maret 2026 | 21:35
Ilustrasi artis bermain tenis. (freepik/freepik)

Peringati Hari Tenis Sedunia, Inilah Deretan Selebriti yang Hobi Bermain Tenis Lapangan

1 Maret 2026 | 17:36
Drakor Undercover Miss Hong. (X/@CJnDrama)

Spoiler Undercover Miss Hong Episode 14: Jung Woo Setujui Kerja Sama dengan Geum Bo?

1 Maret 2026 | 17:29
Aktivitas kendaraan masyarakat yang tinggi menjelang buka puasa di Pasar Lama Kota Serang. (Dok/MSK)

Hindari Kebiasaan Buruk Ini Saat Berburu Takjil Supaya Tetap Aman di Jalan

1 Maret 2026 | 13:46

Wakil Residen Ahmad Fathoni dimakamkan di Serang, dan Letnan Dua Mukhtar dibawa ke Yogyakarta. Pada waktu yangbersamaan, pasukan BR lainnya membunuh Letnan Suwarno beserta 27 orang anggotanya di Kampung Sawah, Cibaliung. ***

 

Editor: Administrator
Tags: agresi militer belanda pertamabambu runcingCibaliungkeresidenan bantenLaskar Bambu RuncingM yusuf martadilagasejarah M Yusuf Martadilaga
Previous Post

Dr. Richard Lee Tersinggung dengan Perkataan Gus Samsudin, Tentang Dokter yang Disamakan dengan Dukun

Next Post

Diduga Soal Ospek, Laman Website Sirata Untirta Diretas

Related Posts

israel
Nasional

Israel akan Panggil 70.000 Tentara, Sesuai Hadist soal Pasukan Dajjal!

1 Maret 2026 | 21:35
Ilustrasi artis bermain tenis. (freepik/freepik)
Nasional

Peringati Hari Tenis Sedunia, Inilah Deretan Selebriti yang Hobi Bermain Tenis Lapangan

1 Maret 2026 | 17:36
Drakor Undercover Miss Hong. (X/@CJnDrama)
Nasional

Spoiler Undercover Miss Hong Episode 14: Jung Woo Setujui Kerja Sama dengan Geum Bo?

1 Maret 2026 | 17:29
Aktivitas kendaraan masyarakat yang tinggi menjelang buka puasa di Pasar Lama Kota Serang. (Dok/MSK)
Nasional

Hindari Kebiasaan Buruk Ini Saat Berburu Takjil Supaya Tetap Aman di Jalan

1 Maret 2026 | 13:46
Tiga pemain Dewa United Banten FC berlatih jelang lawan Bhayangkara FC di pekan ke-24 BRI Super League 2025-2026. (Instagram @dewaunitedfc)
Nasional

Dewa United Vs Bhayangkara FC, Sama-sama Lagi On Fire

1 Maret 2026 | 13:06
Ilustrasi bukber Ramadhan 2026, ajak orang terdekat untuk ikut dengan mengirimkan teks undangan. (Instagram/@dewoodscoffee)
Nasional

3 Contoh Undangan Bukber Ramadan 2026 Simpel Pakai Bahasa Formal hingga Tongkrongan

1 Maret 2026 | 13:00
Load More

Popular

  • Seremonial purna tugas Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten Agus M Tauchid Jumat (27/2/2026) dihadiri Gubernur Banten Andra Soni. (Muhamad Tohir/ Bantenraya.com)

    Pensiunnya Kepala Distan Banten Agus Tauchid Jadi Momentum Evaluasi Ketahanan Pangan Banten

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Kalimat ‘Nyawit Nih Orang’ yang Banyak Digunakan di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Israel akan Panggil 70.000 Tentara, Sesuai Hadist soal Pasukan Dajjal!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Cilegon Siapkan 50 Bus Mudik Gratis, Pendataran Segera Dibuka Via Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Banyak yang Mengundurkan Diri, Pemprov Banten Buka Ulang Pendaftaran Mudik Gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mitra Strategis Pemerintah, Pengurus Dewan Masjid Indonesia Kota Serang Periode 2026-2031 Dilantik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Spoiler Undercover Miss Hong Episode 14: Jung Woo Setujui Kerja Sama dengan Geum Bo?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • POCO Siapkan X8 Pro dan X8 Pro Max, Ini Bocoran Speknya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Huawei Mate X7 Siap Rilis, Bawa Fitur Tahan Air dan Super Fast Charging 66W

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • APBMI Soroti Kecelakaan Kerja di Pelindo Banten, Temukan Tidak Ada Flagman dan Foreman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Petugas Dapur SPPG Yayasan Sukaratu 6, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, memperlihatkan selembar surat cinta dari siswa yang terselip dalam ompreng MBG, Rabu 11 Februari 2026. (Dokumentasi Bantenraya.com)

Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

12 Februari 2026 | 05:00
SMAN 1 Cimarga

Pengakuan Siswi SMAN 1 Cimarga yang Ikut Mogok Sekolah, Bukan Dukung Siswa Merokok tapi……

18 Oktober 2025 | 12:16
Pemprov Banten kembali membuka pendaftaran mudik gratis

Banyak yang Mengundurkan Diri, Pemprov Banten Buka Ulang Pendaftaran Mudik Gratis

24 Februari 2026 | 14:42
Kabupaten serang PT PWI

Sempat Produksi Sepatu di Kabupaten Serang, PT PWI 1 Bakal Bangkit Buka Usaha Baru di Cikande

2 Februari 2026 | 17:11

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bjb Backup Total Pembiayaan UMKM

Asooooy… Kepala Desa akan Diajak Studi Banding ke Korea dan China

Seluruh Ospek di Kampus Diputuskan Digelar Online, Termasuk di Banten

Mudik Resmi Dilarang, Efektif 24 April

israel

Israel akan Panggil 70.000 Tentara, Sesuai Hadist soal Pasukan Dajjal!

1 Maret 2026 | 21:35
Ilustrasi jalan minim penerangan. (Freepik.com/ wirestock)

Jalur Wisata di Provinsi Banten Masih Minim Penerangan

1 Maret 2026 | 20:34
Kondisi perbaikan jalan akses mudik lebaran yang hanya tambal sulam dengan pengaspalan. (Uri/banten raya)

Perbaikan Jalan Akses Mudik Cilegon Hanya Tambal Sulam, H-10 Diklaim Selesai

1 Maret 2026 | 20:27
Kondisi JLS yang tengah dilakukan pembangunan dan ditarget selesai pada H-10 mudik lebaran 2026. (Diskominfo Cilegon)

Perbaikan JLS Cilegon Ditarget H-10 Mudik Lebaran, Progres Diklaim Jalan 60 Persen

1 Maret 2026 | 20:21

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Film Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda