BANTENRAYA.COM – Ditlantas Polda Banten menyebut ada sebanyak 1.167 pengendara yang kena tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) selama Operasi Patuh Maung 2022.
Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Budi Mulyanto mengatakan, dari analisa dan evaluasi (Anev) Operasi Patuh Maung 2022, sejak 13-26 Juni 2022, ada ribuan pelanggar terekam kamera ETLE.
“Selama operasi, sebanyak 1.167 pelanggaran hasil pantauan ETLE,” ujarnya kepada Bantenraya.com, Senin 27 Juni 2022.
Baca Juga: Klaim Kode Redeem ML Mobile Legends 28 Juni 2022 Masih Aktif, Dapatkan Skin dan Diamond Gratis
“Jumlah pelanggar itu meningkat 967 pelanggaran bila dibandingkan tahun 2021 yaitu hanya 200 pelanggar,” katanya.
Budi menjelaskan, untuk penindakan teguran sebanyak 9.467 pelanggar.
Jumlah itu mengalami peningkatan sebanyak 7.194 pelanggar, jika dibandingkan tahun 2021 yaitu hanya sebanyak 2.273 pelanggar.
Baca Juga: Manfaatkan REC PLN, Seluruh Istana Kepresidenan Diterangi Energi Hijau
“Untuk pelanggaran macam-macam, pemotor menggunakan handphone sebanyak 6 pelanggaran,” ucapnya.
Pemobil melawan arus sebanyak 41 pelanggaran dan melebihi batas kecepatan sebanyak 5 pelanggaran,” jelasnya.
Ia mengungkapkan untuk pelanggaran yang signifikan yaitu pengendara mobil di bawah umur. Jumlahnya cukup fantastis yaitu mencapai ribuan pelanggar.
Baca Juga: 11 Tahun Lumpuh Akibat Tersengat Listrik, Warga Sumampir Timur Kota Cilegon Butuh Bantuan
“Pengendara mobil dibawah umur sebanyak 1.115 pelanggaran, naik 915 pelanggaran. Jika dibandingkan tahun 2021 hanya 200 pelanggaran,” ungkapnya.
Budi menegaskan dalam pelaksanaan Operasi Patuh Maung kali ini, jumlah pelanggar didominasi oleh tujuh prioritas pelanggaran lalu lintas.
“Tujuh prioritas pelanggaran lalu lintas pada pelaksanaan Ops Patuh Maung 2022 yaitu bermain handphone saat berkendara, melebihi kecepatan maksimal,” paparnya.
“Lalu tidak menggunakan sabuk pengamanan, pengendara dibawah umur, melawan arus lalu lintas, tidak gunakan helem dan over kapasitas,” tegasnya.
Wakapolda Banten Brigjen Pol Ery Nursatari mengatakan pelaksanaan operasi patuh yang dilakukan oleh Polda Banten, dapat meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas dan menurunkan fatalitas korban.
“Operasi ini diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas, menurunkan fatalitas korban kecelakaan dan mengurangi tingkat pelanggaran lalu lintas,” katanya.
Baca Juga: Link Live Streaming Persis Solo vs Persita Tangerang Piala Presiden 2022, 27 Juni 2022
Ery mengungkapkan keselamatan dalam berlalu lintas, sering diabaikan. Bahkan tidak dianggap penting oleh pengguna lalu lintas, baik pejalan kendaraan bermotor maupun kaki, pengendara pengguna jalan lainnya dan masih rendah.
“Dengan masih ditemukannya (keselamatan berkendara diabaikan) pengendara yang melawan arus lalu lintas dan menggunakan kendaraan bak terbuka untuk transportasi masyarakat,” katanya.
“Pelanggaran terhadap kelengkapan surat-surat kendaraan, penggunaan safety belt dan pelanggaran terhadap rambu rambu atau marka jalan,” ungkapnya. ***



















