BANTENRAYA.COM – Banyak jalan menuju Roma. Pepatah ini pas dialamtkan kepada Pak Sudirman karena mampu naik haji dari hasil benjualan pulsa.
Tidak sebatas itu, Sudirman juga ternyata jamaah haji penyandang disabilitas.
Lantas bagaiman kisah Sudirman bisa naik haji dengan hasil berjualan pulsa?
Naik haji bagi sebagian besar orang berat karena ongkosnya mahal ditambah biaya operasional.
Bagi yang berpenghasilan pas-pasan, naik haji perlu perjuangan seperti menambung dalam waktu lama.
Baca Juga: Beda Hari Ayah Sedunia dan Hari Ayah Nasional
Setelah menabung dan uang terkumpul pun tidak bisa serta merta berangkat karena harus menunggu bertahun-tahun.
Maklum kuota yang diberikan pemerintah Arab Saudi terbagi dengan Negara lain, terlebih di saat masa pandemic Covid-19.
Kembali ke Sudirman. Pria ini berasal dari Luwuk Timur, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Untuk melakukan perjalanan ke Tanah Suci, calon haji penyandang disabilitas itu harus mengumpulkan uang dari hasil berjualan pulsa.
Bukan hanya itu, Sudirman yang menjadi calon haji tahun ini harus menunggu selama 12 tahun dari hasil berjualan pulsa itu.
Baca Juga: Tatap Porprov 2022, FPTI Pandeglang Perbaiki Papan Panjat
Sudirman, lantas menyebutkan tentang hari-hari selama 12 tahun untuk mengumpulkan Rp20.000 dari hasil berjualan pulsa.
“Jual pulsa, setiap ada lebih saya tabung minimal 20 ribu sehari, dikumpulin. Dibantu orang tua juga,” katanya mengungkapkan dikutip dari Pikiran-Rakyat.com.
Hingga akhirnya Sudirman menjadi calon haji yang terbang dari kampung halaman di Luwuk Timur dan tiba di Madinah. “Tidak pernah terbayang sebelumnya, apalagi langsung shalat Jumat di Masjid Nabawi,” kata Sudirman menambahkan.
Meski dalam kondisi disabilitas, Sudirman berangkat ke Tanah Suci bersama tantenya.
Baca Juga: Lirik Lagu Tuhan Ku Tak Sanggup jadi Soundtrack Film Ranah 3 Warna dari Novia Bachmid
Selama di Tanah Suci, Sudirman mengaku sangat terberkati karena banyak yang membantunya untuk beribadah dengan nyaman.
Namun begitu, Sudirman menyebut tak mau diperlakukan sebagai penyandang disabilitas.
“Di sini semua baik, makanan enak, seperti punya keluarga baru. Sejak masuk embarkasi sampai di sini selalu dibantu tidak pernah bawa sendiri,” katanya mengapresiasi layanan yang diberikan petugas haji Indonesia.
Sementara itu, Sudirman merupakan salah satu calon haji yang berangkat dari embarkasi Makassar. (Khairunnisa Fauzatul A/pikiranrakyat.com)



















