BANTENRAYA.COM – Sejak WHO menetapkan Hepatitis Akut Misterius sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), beberapa orang tua tentu sangat khawatir akan adanya penyakit ini.
Pasalnya, Hepatitis Akut Misterius ini diketahui menyerang anak-anak dan remaja dengan rentang umur berkisar 1 bulan hingga 16 tahun.
Bahkan, Kementrian Kesehatan (Kemenkes) juga telah meningkatkan kewaspadaan dalam dua pekan terakhir terkait Hepatitis Akut Misterius ini.
Terlebih saat ditemukan tiga pasien anak yang meninggal dunia yang sebelumnya dirawat di RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo Jakarta dengan dugaan Hepatitis Akut Misterius.
Baca Juga: Indonesia Waspada Hepatitis Misterius, 3 Balita Tewas
Seperti yang dikutip dari akun Twitter Ketua Satgas Penanganan Covid-19 IDI, Zubairi Djoerban mengungkapkan bahwa penyebabnya antara lain Adenovirus 41, SARS-CoV2, kombinasi kedua virus atau penyebab lain.
“Para ahli sedang menyelidiki, termasuk di Indonesia. Sebagian ketemu Adenovirus 41, sebagian ketemu SARS-CoV2, sebagian kombinasi dua virus itu, dan masih mungkin dipicu penyebab lain,” cuitnya di akun Twitter @ProfesorZubairi.
Zubairi Djoerban menjelaskan bahwa Adenovirus sendiri merupakan virus yang menyebabkan penyakit.
“Virus umum yang sebabkan berbagai penyakit: pilek, demam, sakit tenggorokan, bronkitis, pneumonia, dan diare,” jelasnya.
Baca Juga: Tempat Wisata di Lebak Selatan Mulai Diserbu Wisatawan, Ramai Sejak Hari Kedua Lebaran
“Adenovirus 41 belum pernah terkait dengan hepatitis, dan patogen umum ini biasanya bisa sembuh sendiri,” bebernya.
Namun yang perlu diketahui, bahwa virus Hepatitis Akut Misterius ini amat serius
“Amat serius, karena beberapa anak meninggal. Bahkan 10 dari 145 pasien dengan hepatitis akut ini memerlukan transplantasi hati (di Inggris),” pungkasnya.***


















