BANTENRAYA.COM – Berikut contoh teks ceramah singkat namun penuh makna dan disertai mukadimah, baik untuk mengisi kultum selama bulan Ramadhan.
Selama bulan Ramadhan, banyak kegiatan diantaranya kultum dan berikut contoh teks ceramah singkat namun penuh makna.
Contoh teks ceramah singkat namun penuh makna ini juga disertai dengan mukadimahnya jadi tak usah khawatir jika kebingungan dengan mukadimahnya.
Berikut contoh teks ceramah singkat namun penuh makna seperti yang dikutip bantenraya.com dari publikasi Dewan Masjid Digital Indonesia dengan tema membangun kesejahteraan dengan islam.
Baca Juga: Resep Es Pisang Ijo, Cocok jadi Takjil Pelepas Dahaga saat Buka Puasa
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ
فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.، أَمَّا بَعْدُ
Jamaah Rahimakumullah ….
Allah turunkan Islam ini dengan kesempurnaannya. Inilah karunia yang luar biasa dari Allah SWT yang dibawa Rasulullah SAW kepada kita umat Islam dan juga umat
manusia pada umumnya. Islam tidak hanya mengatur urusan ubudiyah semata, tapi
mencakup seluruh aspek kehidupan.
Mulai dari bangun tidur, hingga tidur kembali. Mulai bagaimana mengurus diri sendiri, mengurus masyarakat, hingga mengurus negara. Semua diatur dalam Islam. Bukan sekadar konsep yang tertulis, bahkan sudah dipraktekkan lebih dari 13 abad lamanya.
Inilah bukti firman Allah SWT:
وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتٰبَ تِبْيَانًا لِّكُلِّ شَيْءٍ وَّهُدًى وَّرَحْمَةً وَّبُشْرٰى لِلْمُسْلِمِيْنَ
Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. (QS An Nahl 89)
Jamaah Rahimakumullah ….
Kalau hari ini umat manusia menghadapi masalah, tidak ada jawaban lain kecuali
merujuk kembali kepada Islam. Apalagi jika kita seorang Muslim, yang setiap hari berikrar bahwa: sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan
matiku bagi Allah seru sekalian alam.
Termasuk pula ketika kini kita menghadapi masalah kesejahteraan. Islam memiliki cara
yang khas, unik, dan didasari oleh keimanan. Secara individu, Allah SWT memerintahkan setiap Muslim yang mampu untuk bekerja mencari nafkah untuk dirinya dan keluarga yang menjadi tanggungannya (QS al-Baqarah [2]: 233).
Rasulullah SAW juga bersabda:
طَلَبُ الْحَلاَلِ فَرِيضَةٌ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ
Mencari rezeki yang halal adalah salah satu kewajiban di antara kewajiban yang lain
(HR ath-Thabarani).
Baca Juga: Survei LPMM: Airlangga Hartarto Unggul dari Prabowo dan Ganjar
Jika seseorang miskin, ia diperintahkan untuk bersabar dan bertawakal seraya tetap
berprasangka baik kepada Allah sebagai Zat Pemberi rezeki. Haram bagi dia berputus
asa dari rezeki dan rahmat Allah SWT. Nabi saw. bersabda:
لاَ تَيْئَسَا مِنَ الرِّزْقِ مَا تَهَزَّزَتْ رُؤُوْسُكُمَا فَإِنَّ اْلإِنْسَانَ تَلِدُهُ أُمُّهُ أَحْمَرَ لَيْسَ عَلَيْهِ قِشْرٌ، ثُمَّ يَرْزُقُهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ»
Janganlah kamu berdua berputus asa dari rezeki selama kepala kamu berdua masih bisa bergerak. Sungguh manusia dilahirkan oleh ibunya dalam keadaan merah tanpa mempunyai baju, kemudian Allah ‘Azza wa Jalla memberi dia rezeki (HR Ahmad, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).
Jamaah Rahimakumullah ….
Secara jama’i (kolektif) Allah SWT memerintahkan kaum Muslim untuk saling
memperhatikan saudaranya yang kekurangan dan membutuhkan pertolongan.
Baca Juga: Berkumur dan Gosok Gigi saat Puasa Makruh, Ini Pendapat Ustadz Abdul Somad
Semoga Allah SWT meneguhkan keimanan kita dalam memperjuangkan tegaknya
Islam di muka bumi ini. Aamiin.***


















