BANTENRAYA.COM – Kejadian tak biasa hadir saat perhelatan Moto GP sirkuit Mandalika. Salah seorang yang diketahui pawang hujan melakukan atraksinya menghentikan hujan yang mengguyur sirkuit Mandalika menjelang balapan berlangsung.
Dikutip BantenRaya.Com dari Twitter resmi Moto GP @MotoGP pada Minggu 20 Maret 2022, jika pawang hujan yang diketahui bernama Rara Isti Wulandari merupakan The Master atau tuannya pawang hujan.
Dalam akun twitter tersebut juga diunggah video berdurasi 17 detik saat Rara yang tengah beraksi membacakan mantra dan membawa mangkuk logam berwarna emas sembari memukul mangkuk.
Aksi Rara juga secara langsung disorot oleh kamera official resmi Moto GP., dimana Rara melakukan aksinya di tengah hujan lebat yang mengguyur sirkuit.
Baca Juga: Baliho Ambruk, Separuh Jalan Raya Serang-Cilegon Tertutup
Bahkan, Rara diketahui juga diperkenankan oleh tim penyelenggara Moto GP masuk ke arena balap resmi untuk melakukan ritual tersebut.
“The Master” sebut akun resmi @MotoGP.
Tidak hanya menyebut The Master, akun @MotoGP juga menyebutkan apa yang dilakukan Rara mungkin membantu proses hujan cepat reda di Sirkuit Mandalika.
“Ini mungkin membantu juga,” cuitnya melanjutkan.
Tidak sampai disana, official Moto GP juga mengunggah video Fabio Quartararo yang mempraktekkan gaya sang pawang hujan.
Dimana terlihat dalam video Fabio memutarkan sendok miliknya kepada mangkuk menirukan gerakan si Pawang Hujan. “Dan mempraktekkan, lihat tweet sebelumnya,” ujarnya.
Baca Juga: Hujan Deras Guyur Sirkuit Mandalika, Netizen: Pawang Hujan Auto Potong Gaji
Akun @MotoGP tersebut bahkan menyatakan, jika apa yang dilakukan Rara ternyata bekerja, sehingga hujan juga langsung mereda.
“Itu bekerja,” cuitnya.
Sontak adanya pawang hujan yang juga disorot dan diizinkan penyelenggara tersebut membuat berbagai komentar dari warganet.
Salah satunya akun @haraAGP yang menyebutkan, jika itu bekerja. Sebab, hujan di lokasi langsung reda.
“Kata teman saya yang nonton langsung hujannya langsung stop. Yuk jangan remehkan kekuatan alam yuk apapun agamanya,” paparnya.
Lalu akun @zarazettirazr menyatakan, apa yang dilakukan tersebut menjadi salah satu kearifan lokal yang ada di Indonesia.
“Kearifan lokal min,” ujarnya.
Baca Juga: 350 Taekwondoin Banten Berebut Piala Walikota Serang
Selanjutnya akun @ddsprtn menyatakan, apa yang dilihat bukan kontek benar dan salah. Namun, hal yang unik, tidak akan pernah dijumpai di luar negeri, sehingga bukan saja keindahan alam dan keramahan penduduk, tapi juga ada pawang hujan yang akan diingat.
“Saya melihat ini ini bukan ke konteks benar atau salahnya. Tapi kalau hal ini diliput media internasional sih jadi kayak sesuatu yang unik aja, Tidak dijumpai ditempat lain. Jadi pas orang bilang mandalika, yang di ingat yah Indonesia, keindahan alam, penduduk yang ramah, dan pawang hujan,” pungkasnya. (***)

















