BANTENRAYA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang bersama Pemprov Banten dan BBWSC3 Kementerian PUPR bakal membersihkan 54 titik sampah di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Cibanten.
Temuan 54 titik sampah ini hasil sisir Sungai Cibanten Gubernur Banten Andra Soni, bersama Walikota Serang Budi Rustandi, dan relawan Komunitas Peduli Sungai Banten (KPSB) arungi Sungai Cibanten beberapa waktu lalu.
Puluhan titik sampah ini terungkap dalam rapat penyusunan rencana tindak lanjut survei lapangan terhadap titik-titik rawan sampah, sedimentasi, penyempitan alur sungai di wilayah Kecamatan Serang yang digelar di Aula Setda lantai 3, Pemkot Serang, pada Rabu, 23 Rabu 2025.
Baca Juga: Anime Chibi Maruko Chan Versi Indonesia Tak Kunjung Upload Video Baru, Ternyata Ini Alasannya
Rencana aksi pembersihan DAS Cibanten ini dalam mendukung upaya pemeliharaan sungai secara rutin, dan kesiapsiagaan operasi SAR sekaligus menegaskan pentingnya pelestarian sungai bagi masyarakat Kota Serang.
Kepala DPUPR Kota Serang Iwan Sunardi mengatakan, pembersihan titik sampah, sedimentasi, dan penyempitan alur sungai akan dilaksanakan pada peringatan hari air sedunia 27 Juli.
“Karena 27 Juli hari Minggu, maka mungkin akan dilaksanakan di hari Senin. Nah tadi sudah kita mapping membuat kajian. Tinggal hari Senin actionnya,” ujar Iwan, kepada Bantenraya.com.
Baca Juga: Diduga Manipulasi Data dan Anggran, Paskibraka Alumni 2024 Kota Cilegon Pertanyakan Hadiah
Ia menyebutkan, jumlah titik sampah yang berhasil ditemukan lebih dari 50 titik lokasi. Puluhan titik sampah itu dimulai dari Kecamatan Cipocok Jaya hingga Kecamatan Kasemen.
“Kurang lebih ada 42 titik, 54 titik bahkan,” ucap dia.
Iwan menuturkan, pembersihan titik sampah, sedimentasi, dan penyempitan alur Sungai Cibanten akan dilakukan secara keroyokan baik dari Pemkot Serang, Pemprov Banten, maupun dari BBWSC3.
Baca Juga: Pelantikan Pejabat Eselon II Pemprov Banten Digelar Agustus
“Kalau bicara dari kelurahan kecamatan saja, dipersiapkan 100 personel. Belum bantuan dari OPD Pemkot Serang, dari DLH, dari DPUPR, dari provinsi, dari komunitas, termasuk dari Balai Besar. Kurang lebih sekitar 300 orang mungkin akan turun,” tuturnya.
Ia mengatakan, armada yang akan diturunkan dalam pembersihan sampah, sedimentasi, dan penyempitan alur sampah Sungai Cibanten bukan hanya dari Kota Serang.
“Armada mungkin bantuan eksavator dari provinsi, dari balai, termasuk dari PU Kota Serang, kemudian juga alat angkut armadanya dari Kota Serang, dari provinsi, dan dari balai akan turun semua,” ungkap Iwan.
Baca Juga: Sengketa Saham Tabloid Nyata dan Jawapos Bergulir di PN Surabaya
Iwan memprediksi pembersihan sampah di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Cibanten memakan waktu hingga berhari-hari.
“Nah kalau kita bicara prediksi kita berupaya dalam satu hari itu dioptimalkan dengan mudah-mudahan dengan armada yang mencukupi, personal yang mencukupi, peralatan mencukupi dioptimalkan paling lambatnya ya tiga hari lah. Kalau itu sudah optimal ya,” jelas Iwan.
Ia mengaku pihaknya pun sudah menyiapkan sistem dalam pembersihan sampah di sepanjang DAS Cibanten. Sistem pembersihan sampah itu dengan cara membentangkan jaring menangkap sampah yang dibentangkan di kanan-kiri bibir sungai. Rencananya ada tiga jaring penangkap sampah yang akan dipasang.
Baca Juga: Hadir di Banten Destinator Jadi Jagoan Baru Mitsubishi
“Nah kita sudah menggunakan sistem, jadi mengikuti arus sampai itu dialirkan ke sungai dulu, tapi di titik-titik tertentu kita pasang jaring, ada tiga titik. Satu di bawah jembatan pekarungan. Kemudian yang kedua di jembatan depan Polsek, berarti pasar lama. Yang ketiga atau kampung baru, yang ketiga itu di Kidemang. Jaring untuk menangkap sampah yang dibentangkan dari ujung ke ujung. Nanti sampah akan tersangkut ke sana, dari situ baru kita angkut,” terang dia. ***











