CILEGON, BANTEN RAYA- Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon non aktif Uteng Dedi Apendi (UDA) menempati ruang isolasi Covid-19 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon. Uteng ditahan terkait kasus dugaan korupsi atau suap pengelolaan parkir di Pasar Baru Kranggot Kota Cilegon.
Kepala Lapas Kelas IIA Cilegon Erry Taruna menjelaskan, semua tahanan baru yang masuk Lapas harus masuk ke ruang isolasi Covid-19, meskipun hasil antigennya negatif. Saat ini, tercatat ada tujuh warga binaan kasus korupsi yang ditahan di Lapas, termasuk Uteng yang masuk pekan lalu.
“Yang bersangkutan (Uteng-red) adalah tahanan titipan. Saat ini yang bersangkutan masuk ruang isolasi, dan masih mapeling atau masa pengenalan lingkungan,” tuturnya.
Erry mengungkapkan, saat ini bagi penghuni Lapas Kelas IIA Cilegon yang baru datang, disediakan ruang isolasi di blok khusus dan dilakukan rapid tes antigen terlebih dahulu. Hal itu, untuk mencegah penularan Covid-19. “Jadi ketika masuk kamar tahanan, sudah tidak menularkan ke napi yang lain,” jelasnya.
BACA JUGA: Terima Suap Rp530 Juta, Kepala Dishub Cilegon Dijebloskan ke Penjara
Selain itu, lanjut dia, ribuan penghuni Lapas juga mulai menjalani vaksinasi Covid-19 tahap I, kemarin. Vaksinasi tersebut dilakukan guna pencegahan penularan Covid-19 di lingkungan Lapas Kelas IIA Cilegon.
Pantauan bantenraya.com, ribuan penghuni Lapas Kelas IIA Cilegon secara bergilir menjalani vaksinasi. Mulai dari pengisian formulir, skrinning, kemudian penyuntikan. Setelah dilakukan penyuntikan dilakukan pengisian data ke aplikasi serta penyerahan bukti surat vaksinasi. Terakhir, penghuni Lapas yang telah disuntik vaksin dilakukan observasi.
Saksikan Podcast Meja Redaksi di Banten Raya Channel
Erry mengatakan, jumlah warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIA Cilegon saat ini 1.643 orang. Pihaknya menyediakan vaskin untuk 1.700 orang. “Target kami 100 persen, jika ada yang tidak lolos skrining mudah-mudahan tidak banyak,” kata Erry. (gillang/rahmat)
















