BANTENRAYA.COM – Menteri Hukum dan HAM Mahfud MD menyebutkan jika serangan bom bunuh diri di Polsek Astana Anyer Bandung merupakan serangan teroris.
Menuruy Mahfud, jika serangan teroris tersebut merupakan musuh semua agama, bukan pejuang agama.
Bahkan, serangan teoris tersebut sudah memakan korban jiwa yanh tidak berdosa.
Akibat serangan bom Polsek Astana Anyer satu orang polisi yaitu Aipda Sofyan dan satu warga sipil menjadi korban jiwa, sementara 8 polisi lainnya juga terluka serangan teroris tersebut.
Dikutip BantenRaya.Com dari instagram @mohmahfudmd pada Kamis 8 Desember 2022, dirinya menyebutkan, teorisme tersebut merupakan musuh dari kemanusiaan. Bahkan, bukan alasan untuk memperjuangkan agama manapun.
Baca Juga: Apakah Timnas Maroko Bisa Melanjutkan Kiprahnya Yang Gemilang diPiala Dunia 2022 Qatar?
“Terorisme itu musuh semua umat beragama, bukan pejuang agama,” tulisnya tegas.
Saat ini, jelas Mahfud, pihaknya juga sudah mengunjungu korban luka di rumah sakit dan mendoakan swmoga bisa cepat pulih.
“Dari lokasi bom saya langsung ke rumah sakit mengunjungi para korban. Semoga para kelurga diberikan ketabahan,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan, jika masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan lingkungan, dengan pemantauan ketat.
“Masyarakat harap tenang, situasi sudah aman terkendali. Namun, tetap waspada. Kepada RT RW tetap waspada dengan memantau pergerakan dan dinamika masyarakat dan tamu-tamu dilingkungannya,” ucapnya.
Ridwan menjelaskan, masyarakat jangan sampai menyebarkan foto dan vidio cuplikan ceceran tubuh korban bom. Hal itu, karena menjadi tujuan teroris untuk membuat kengerian viusal yang membuat psikologis masyarakat terteror.
Baca Juga: Jadwal BWF World Tour Finals 2022 Hari ini 8 Desember 2022 Lengkap dengan Link Streaming
“Jangan menyebarkan foto atau video cuplikan tubuh korban. Karena itu tujuan dari para teroris membuat kengetian visual agar teror tersampikan,” ucapnya.
Menurut Ridwan, saat ini ada 2 korban dalam peristiwa mengerikan tersebut, satu sanga pengebom dan satu lagi polisi.
“Satu korban jiwa dari kepolisian dan juga sanga pengebom. Lalau ada 8 polisi dan 1 warga mengalami luka-luka,” pungkasnya. *



















