BANTENRAYA.COM —- Sejumlah perwakilan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Aliansi Banten Driver Aksi (Badak) meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengintervensi aplikator agar menurunkan potongan dari 20% menjadi 10 sampai 15%.
Hal itu disampaikan oleh perwakilan driver ojol di Banten saat pertemuan dengan perwakilan aplikator di aula Dinas Perhubungan Provinsi Banten, Jumat, 23 September 2022.
Para driver ojol di Banten merasa potongan sebesar 20% terlalu memberatkan.
Baca Juga: Salah Masukkan Data ke Aplikasi, Puluhan Honorer Kabupaten Serang Datangi Kantor BKPSDM
Apalagi saat ini ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Selain itu ada juga pembebanan kepada pengguna layanan ojol sebesar 5% yang juga membebani para pengguna ojol.
Imran Ramadhan alias Baim, salah satu perwakilan Aliansi Banten Driver Aksi (Badak), mengatakan semestinya Pemprov Banten bisa menggunakan otonomi daerah untuk menekan aplikator agar menurunkan potongan mereka pada driver ojol.
Baca Juga: Masih Terbuka untuk Partai Lain Bergabung, KIB Makin Kencang Lakukan Penjajakan
Para aplikator itu yang berusaha dan mencari uang di Provinsi Banten seharusnya bisa tunduk pada Pemprov Banten sebagai pemerintah daerah.
Baim mengatakan inilah saatnya Pemprov Banten memperlihatkan wibawa kepada pengusaha untuk membela driver ojol yang merupakan rakyat.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Tri Nurtopo mengatakan pihaknya belum bisa memberikan jawaban atas tuntutan para driver ojol.
Sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi, kewenangan dinas perhubungan di tingkat provinsi adalah melakukan pengawasan.
Hanya saja dia belum mengetahui batasan dari tugas pengawasan yang dimaksudkan dalam peraturan menteri tersebut.
Untuk itu dalam waktu dekat dia akan berkirim surat ke Kementerian Perhubungan untuk mendapatkan penjelasan tentang batasan dari pengawasan tersebut.
Nantinya hasil dari konsultasi dengan kementerian perhubungan itu akan disampaikan kepada para driver ojol di pertemuan berikutnya yang diagendakan akan digelar pada Kamis mendatang. *



















