BANTENRAYA.COM – Ucapan Bjorka pekan lalu mengatakan “IM BACK” itu terjadi baru-baru ini.
Kini sang hacker telah membuat grup Telegram baru bernama Bjorkanesian, simak di sini.
Sebelumnya, semua akun media sosial yang dimiliki hacker Bjorka sempat hilang beberapa waktu lalu.
“even private channels can also be taken down. telegram is full oh bullshit (bahkan channel private dapat diturunkan. telegram penuh omong kosong)” ujarnya.
Pada 13 September 2022, Bjorka membagikan link grup Telegram terbaru di channel lamanya.
Sempat diketahui oleh pihak publik bahwa Bjorka sendiri memiliki dua jalur informasi di Telegram, yakni private channel dan grup.
Baca Juga: Nonton Serigala Terakhir 2 Episode 7 Legal: Delon dan Toba Dieksekusi Mati
Baik private channel maupun grup Bjorka telah memiliki puluhan ribu pengikut dan anggota.
Sebagai informasi, grup dan channel di Telegram memiliki sejumlah perbedaan.
Dalam penelusuran Bantenraya.com, salah satu perbedaan yang menonjol adalah pada jumlah orang yang dapat bergabung digrup baru maupun grup lama yang sudah terkena takedown.
Baca Juga: Pemain Qatar U-17 Asal Kramatwatu Serang Berharap Bela Timnas Indonesia
Pada grup Telegram lamanya, anggota dibatasi hanya sebanyak 200 ribu orang sehinga bisa dilihat dari perbedan saja channel Telegram baru tidak memiliki pengikut yang terbatas.
Kemudian pada tampilannya pun ada perbedaan, di mana pengguna dapat melihat jumlah anggota yang online di samping jumlah anggota grup. Sedangkan pada channel Telegram hal tersebut tidak memungkinkan.
Lebih lanjut, channel terbaru yang dibuat Bjorka mendapat peningkatan jumlah yang sangat signifikan.
Dihari ini jumlah pengikut channel tersebut baru berada di angka 400, namun tak sampai setengah jam pengikutnya bertambah menjadi lebih dari 2000 orang bahkan lebih.
“hi again everyone. yea of course today there will be another some noise again (halo lagi semua. ya tentu saja hari ini akan ada lagi sejumlah keributan lain)” tulisnya sebagai pesan pembuka di channel tersebut.
Bjorka dalam tiga pekan terakhir membuat kehebohan dengan membeber data sejumlah pejabat ke publik. Mereka yang menjadi sasaran antara lain Menkominfo, Johnny G. Plate; Ketua DPR, Puan Maharani; Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan; dan Gubernur DKI, Anies Baswedan.
Baca Juga: Apakah Harus Hafal Pancasila? Ternyata Ini Persyaratan jadi Anggota DPRD
Dalam keterangannya, Bjorka mengaku menyerang sejumlah pejabat agar masyarakat bisa mengontak para pemimpinnya.
“Misi saya adalah membantu siapa pun yang membutuhkan, termasuk warga Indonesia yang ingin mengontak dan menanyakan para pemimpinnya. Paling tidak, para pejabat itu merasakan ketika mereka menerima spam,” tulis Bjorka di akun Twitternya yang telah tumbang.***



















