BANTENRAYA.COM – Pemerintah sedang menghitung-hitung terkait rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Kenaikan harga BBM bersubsidi yang sedang dipertimbangkan naik tersebut adalah untuk jenis Pertalite dan Solar.
Dikutip Bantenraya.com pemerintah sendiri telah menggelat rapat terkait hal tersebut pada Jumat lalu 26 Agustus 2022 dan akan berlanjut.
Baca Juga: Gampang! Cara Download MP3 dan MP4 dari YouTube Gratis dengan Y2mate
Pemerintah sedamg memperhitungkan benar supaya tidak mengganggu daya beli masyarakat.
Akan tetapi disatu sisi pemerintah melihat adanya masukam dari berbagai pohak jika subsidi BBM selama ini tak tepat sasaran.
Oleh karena itu, semua berharap pemerintah dapat berhenti memberikan subsidi untuk orang kaya.
Baca Juga: Bersiap Harga Pangan Bakal Naik, Pemerintah Sudah Berikan Sinyal
Sebelumnya, Presiden Jokowi pernah menyebut pemerintah tidak akan gegabah dalam mengambil keputusan.
Pemerintah, kata dia, akan melakukan kalkulasi sebelum memutuskan harga BBM subsidi seperti Pertalite.
Presiden Jokowi mengemukakan keputusan terkait harga bensin subsidi perlu dipikirkan dengan matang. Baik dari sisi waktu maupun besaran.
Baca Juga: Profil dan Biodata Kiki Kinanti, Pemeran Serena di Sinetron Preman Pensiun 6
Jokowi tak ingin, keputusan yang diambil pemerintah justru memberikan beban lebih kepada masyarakat, khususnya yang kurang mampu.
“Dampaknya jangan sampai dampaknya menurunkan daya beli rakyat, menurunkan konsumsi rumah tangga,” kata Jokowi,
Saat ini, Jokowi menegaskan belum memutuskan apakah akan menaikkan harga BBM subsidi atau tidak.
Namun, ia telah menginstruksikan kepada jajarannya untuk melakukan kalkulasi secara mendalam.
“Harus dihitung juga menaikkan inflasi yang bisa menurunkan pertumbuhan ekonomi semuanya saya suruh menghitung betul hitung betul sebelum diputuskan,” tegas Jokowi
Sementara untuk Pertalite, 86 persen dinikmati rumah tangga dan sisanya 14 persen dinikmati oleh dunia usaha.
Baca Juga: Syarat Naik Kereta Api Terbaru, Penumpang Wajib Booster, Berlaku 30 Agustus 2022
Dari yang dinikmati rumah tangga, ternyata 80 persen dinikmati oleh rumah tangga mampu dan 20 persen dinikmati oleh rumah tangga miskin.
Menkeu Sri Mulyani juga menegaskan, bahwa anggaran subsidi energi senilai Rp502 triliun yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah bakal habis sebelum akhir 2022.
Anggaran tersebut juga tak tepat sasaran, mengingat masih dominan orang mampu yang mengkonsumsi BBM subsidi tersebut.
Baca Juga: Kenapa BIGHIT PROTECT NAMJOON Trending di Twitter, Benarkah RM BTS jadi Korban Bully?
“Artinya dengan ratusan triliun ini yang menikmati kelompok paling mampu. Entah pertalite atau solar. Belum lagi bicara soal LPG,” ujar Sri Mulyani.***














