BANTENRAYA.COM – Pemkot Cilegon kembali minta bantuan industri untuk memerbaiki Jalan Lingkar Selatan atau JLS Cilegon.
Permintaan dana bantuan ke industri, dilakukan akibat besarnya biaya perbaikan JLS Cilegon.
Di mana, pada 2018 lalu JLS Cilegon sempat ambrol akibat banjir pada kilometer 8. Saat itu, untuk perbaikan jalan yang rusak tersebut juga meminta bantuan industri.
Baca Juga: Tiap Pagi Jadi Korban Macet, Warga Minta Jalan Ki Uju Kota Serang Diperlebar
Asisten Daerah II Setda Kota Cilegon Tb Dikrie Maulawardhana mengatakan, biaya perbaikan JLS Cilegon perhitungan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) melalui detail engineering desain sebesar Rp160 miliar.
“Rencana ke depan (perbaikan JLS), Pak Wali (Walikota Cilegon Helldy Agustian) sudah minta ke Kementerian PUPR, minta Rp 160 miliar,” ujarnya.
“Pemerintah pusat mau memberikan bantuan,” tambah Dikrie, Selasa, 9 Agustus 2022.
Baca Juga: Motif Ferdy Sambo Perintahkan Penembakan Terhadap Brigadir J
Dikrie menjelaskan, dari bantuan Kemnenterian PUPR, Pemkot Cilegon dijanjikan bantuan dana perbaikan bertahap.
“Pada 2023 dijanjikan Rp 60 miliar, kemudian pada 2024 Rp 100 miliar,” kata Dikrie yang juga Mantan Kepala Disperindag Kota Cilegon ini.
Kata Dikrie, pada 2022 sebetulnya juga dibutuhkan penanganan awal. Terutama untuk perbaikan jembatan.
Baca Juga: Pernyataan Lengkap Kapolri Saat Tetapkan Ferdy Sambo jadi Tersangka Kematian Brigadir J
Di mana anggaran yang dibutuhkan Rp 4 miliar untuk memerbaiki enam jembatan yang rusak.
“Ada enam jembatan yang butuh rehabilitasi sedang, butuh Rp4 miliar,” ungkapnya.
Kebutuhan anggaran perbaikan jembatan tersebut, kata Dikrie, pihaknya menghubungi beberapa industri yang angkutannya melalui JLS Cilegon.
Industri sendiri siap berkontribusi dalam perbaikan JLS Cilegon.
Baca Juga: Ferdy Sambo Dikaitan-kaitan dengan Kasus KM 50 yang Menewaskan 6 Laskar FPI, Apa Hubungannya?
“Industri kita undang direktur-direkturnya, kita sampaikan RAB (Renacana Anģgaran Biaya) dari DPUPR,” tuturnya.
“Nanti mereka (industri) collect sendiri bantuannya, melakukan lelang sendiri, perbaiki sendiri, kita terima barang jadinya. Semua kita serahkan ke industri,” ucapnya. ***


















