BANTENRAYA.COM – Ada sejumlah peristiwa penting yang terjadi di tanggal 19 Juni, diantaranya adalah Hari Ayah Sedunia.
Hari Ayah Sedunia diperingati pada pekan tiga bulan Juni.
Peringatan Hari Ayah Sedunia tiap tahun berubah-ubah.
Tahun 2022 ini peringatan Hari Ayah Sedunia bertepatan pada hari, Minggu, tanggal 19 Juni.
Tujuan peringatan Hari Ayah Sedunia sebagai bentuk penghargaan untuk seorang ayah yang merupakan sosok pahlawan keluarga.
Di Indonesia ada peringatan Hari Ayah Nasional setiap tahunnya.
Baca Juga: Tatap Porprov 20220, FPTI Pandeglang Perbaiki Papan Panjat
Perlu diketahui, peringatan hari ayah sedunia ini berbeda dengan Hari Ayah Nasional.
Kedua Hari Ayah tersebut memiliki sejarah yang berbeda.
Lantas apa bedanya Hari Ayah Sedunia dan Hari Ayah Nasional? Untuk lebih jelas simak penjelasan artikel di bawah ini.
Dikutip Bantenraya.com dari berbagai sumber, Minggu 19 Juni 2022, perayaan Hari Ayah Sedunia ini telah ada sejak puluhan tahun lalu.
Biasa dirayakan di Amerika Serikat, India, Spanyol, dan negara lain yang mengikutinya.
Mengutip dari Live Science, Hari Ayah Sedunia terjadi karena peristiwa pada Mei 1090 silam. Kala itu, seorang anak bernama Sonora Smart Dodd sedang mendengarkan khotbah Hari Ibu di gereja.
Setelah mendengarkan dengan penuh khidmat, tumbuh keinginan di hati Dodd untuk menetapkan hari spesial untuk sang ayah, William Jackson Smart.
Baca Juga: 19 Juni Hari Apa? Ada Hari Ayah Sedunia dan Sejumlah peristiwa bersejarah lainnya
Dodd sangat menyayangi ayahnya, karena sang Bunda meninggal dunia saat melahirkannya. Ayah Dodd yang merupakan veteran perang sipil bekerja keras mengurus Dodd dan lima saudara lainnya.
Pada mulanya, Dodd ingin merayakan Hari Ayah tepat di hari ulang tahun ayahanda, yaitu 5 Juni. Ia bahkan sampai mengajukan petisi agar hari libur tersebut diakui di kotanya.
Akan tetapi, Wali Kota Spokane membutuhkan waktu untuk menetapkan tanggal tersebut. Setelah diundur selama dua minggu, akhirnya Hari Ayah pertama diperingati pada 19 Juni 1910, menurut Konvensi Regional Spokane dan Biro Pengunjung.
Perayaan Hari Ayah Sedunia yang pertama resmi jatuh pada 19 Juni 1909. Hari tersebut diperingati dengan penuh suasana hangat layaknya hari Ibu.
Untuk memperingati Hari Ayah Sedunia, anak-anak saling memberikan hadiah berupa bunga mawar kepada ayah mereka selama kebaktian gereja. Para wanita muda juga ikut membagikan mawar dari keranjang besar.
Bunga mawar yang dipilih merupakan mawar merah karena memiliki makna khusus, yakni apresiasi kepada para ayah yang masih hidup. Sementara itu, bunga mawar putih digunakan sebagai simbol penghormatan untuk ayah yang sudah meninggal dunia.
Baca Juga: Seluk Beluk Tentang Haji: Pembangunan dan Pembinaan Ka’bah Oleh Para Malaikat
Sementara itu, Dodd membawa sang putra yang masih bayi dengan menaiki kereta kuda untuk melintasi kota.
Ia membawa mawar dan hadiah untuk dibagikan kepada para ayah yang tinggal di rumah.
Sementara di Indonesia ada Hari Ayah Nasional diperingati pada tanggal 12 November setiap tahunnya, diprakarsai oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP).
Melansir dari situs Sahabat Keluarga Kemendikbud, deklarasi peringatan Hari Ayah pertama kali berlangsung di Solo pada 2016.
Hari Ayah lahir atas prakarsa paguyuban Satu Hati, lintas agama dan budaya yang bernama Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP).
Pada 2014, PPIP mengadakan peringatan Hari Ibu di Solo dengan cara mengadakan Sayembara Menulis Surat untuk Ibu. Acara tersebut mendapat sambutan cukup baik dan mendapatkan sekitar 70 surat terbaik yang kemudian dibukukan.
Beberapa surat terbaik tersebut dibacakan oleh peserta yang terdiri dari anak-anak usia SD, SMP, SMA, Mahasiswa, serta umum.
Momen tersebut kian mengharukan ketika anak-anak yatim piatu melakukan sungkeman pada ibu-ibu dari Panti Jompo.
Baca Juga: Ketua Fraksi Demokrat DPRD Pandeglang Sayangkan Sikap WH Pindah ke NasDem, Iing:Tak Tau Terimakasih
Usai acara, panitia penyelenggara dibuat terkejut dengan pertanyaan para peserta, ”Kapan diadakan Sayembara Menulis Surat untuk Ayah? Kapan Peringatan Hari Ayah? Kami pasti ikut lagi.”
Pertanyaan tersebut menggugah hati untuk mencari tahu kapan Hari Ayah diperingati di Indonesia.
PPIP berusaha mencari informasi tentang hari ayah, hingga audiensi ke DPRD kota Surakarta.
Mereka menanyakan kapan hari ayah di Indonesia dan jika belum ada penetapan Hari Ayah, bolehkah seseorang atau lembaga menetapkan sebuah hari yang dijadikan sebagai Hari Ayah.
Namun ketika itu, PPIP tak mendapatkan jawaban memuaskan.
Hingga akhirnya, setelah melalui kajian yang cukup panjang, Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi menggelar deklarasi Hari Ayah untuk Indonesia dan menetapkan tanggal 12 November sebagai Peringatan Hari Ayah Nasional.
Deklarasi tersebut digabung dengan hari kesehatan dengan mengambil semboyan “Semoga Bapak Bijak, Ayah Sehat, Papah Jaya”.
Baca Juga: Susi Pudjiastuti: Deddy Corbuzier Olahraga di Luar Ruangan Dong!
Pada hari dan jam yang sama, deklarasi Hari Ayah juga dilakukan di Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur.
Dalam deklarasi itu juga diluncurkan buku Kenangan untuk Ayah yang berisi 100 surat anak Nusantara yang diseleksi dari Sayembara Menulis Surat untuk Ayah.
Usai deklarasi, mereka mengirimkan buku tersebut dan piagam deklarasi Hari Ayah kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono serta bupati di 4 penjuru Indonesia yakni Sabang, Merauke, Sangir Talaud dan Pulau Rote. Setelah itulah setiap tanggal 12 November ditetapkan sebagai Hari Ayah Nasional.
Itulah penjelasan mengenai beda Hari Ayah Sedunia dan Hari Ayah Nasional. Semoga informasi ini bermanfaat dan menambah pengetahuan. ***



















