BANTENRAYA.COM – Isu soal jual beli jabatan lurah, camat hingga kepala dinas kembali didengungkan oleh lawan politik Helldy Agustian.
Namun, isu tersebut beramai-ramai dibantah para camat dan lurah yang sebelumnya dilantik Walikota Cilegon Helldy Agustian beberapa bulan lalu.
Menurutnya, jika rotasi mutasi atau pelantikan jabatan terutama camat dan lurah adalah hal yang murni karana ukuran kompetensi.
Bahkan, para camat dan lurah siap untuk berikrar di Masjid Sumpah Terate Udik, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang sebagai bentuk keseriusan jika tidak ada jual beli jabatan.
Baca Juga: Spoiler One Piece Chapter 1052 : Kematian Ashura Doji dan Izou
Bantahan itu, disampaikan secara tegas Camat Cibeber Sofan Maksudi, jika apa yang disampaikan politisi tersebut merupakan fitnah belaka.
“Itu mengada-ada, Atas izin Allah semua berjalan tanpa jual beli jabatan, tidak terselubung, tersembunyi dan memberikan sesuatu ke Pak Walikota (Helldy). Jika ada (omongan atau isu) itu mengada-ada dan fitnah belaka,” katanya kapada BantenRaya, Selasa 7 Juni 2022.
Sofan bahkan, berani melakukan sumpah di Masjid Sumpah Terate Udik untuk mbuktikan jika dirinya dipilih bukan karena sesuatu yang diberikan kepada Helldy.
“Saya sendiri berani sumpah. Sumpah di Masjid Terate bila perlu. Itu benar-benar fitnah yang disampaikan,” ujarnya.
Menurutnya, apa yang sudah dilakukan Helldy dalam mutasi rotasi jabatan adalah komitmen untuk membangun Kota Cilegon, memilih pejabat yang memiliki integritas.
Baca Juga: Sudah Rilis! Ini Link Nonton Film Satria Dewa: Gatotkaca yang Resmi
“Dalam berbagai kesempatan beliau (Helldy) menyampaikam komitmen membangun Kota Cilegon. Kita dipilih berdasarkan integritas. Bukan jual beli jabatan,” pungkasnya.
Hal sama disampaikan Camat Purwakarta Ikhlasin Nufus, jika dirinya sampai sekarang tidak mendengar keterkaitan jula beli jabatan. Hal tersebut hanya menjadi isu dan rumor saha.
“Saya sampai saat ini tidak mendengar keterkaitan jual beli jabatan. Tidak benar (hanya isu),” ucapnya.
Menurut pendapatnya, pihaknya tidak mengetahui apa sebenarnya latar belakang melontarkan rumor jual beli jabatan.
Namunz sebagai ASN bekejra profesional sesuai tugas dan fungsinya untuk mewujudkan program Walikota dan Wakil Walikota Cilegon menuju Cilegon baru modern dan bermartabat.
Baca Juga: Lirik Lagu History Karya Fenomenal dari Rich Brian
“Terkait rumor tersebut saya tidak tahu motif nya seperti apa. Namun yang jelas kami ASN sebagai abdi negara bekerja secara profesional, sesuai tugas, fungsi serta kewenangan nya untuk melayani masyarakat dan mengabdi kepada negara. Dengan mewujudkan program walikota dan wakil walikota Cilegon baru modern dan bermartabat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) kota Cilegon Ahmad Jubaedi, jika tidak ada jual beli jabatan. Hal itu bisa dibuktikan dengan belum adanya pengaduan.
“Ada Monitoring Centre for Prevention Komisi Pemberantasan Korupsi (MCP KPK) yang membentengi untuk tidak terjadi adanya suap terima imbalan dalam jabatan. Kami belum menerima adanya aduan satupun, ” tegasnya.
Jubaedi juga memastikan tidak ada jual beli jabatan di lingkarkan Pemkot Cilegon, hal itu karena berjalannya sebuah pemerintahan ada yang mengawasi dari Inspektorat maupun KPK.
“Jika ada itu kriminal dan pasti sudah ada yang melapor. Sampai sekarang kami tidak menerima laporan itu,” tambahnya.
Sebelumnya dikutip dari berbagai sumber, Politisi Golkar Tubagus Iman Ariyadi melontarkan komentar soal dugaan ada jual beli jabatan di pemerintahan sekarang Kota Cilegon.
Hal itu disampaikan Iman saat memberikan orasi politik pelantikan Pengurus Kecamatan Partai Golkar pada Sabtu 4 Juni 2022 pekan lalu.
Iman menyampaikan keperihatinannya, saat Helldy dan Sanuji memimpin ditengarai ada dugaan jual beli jabatan.
Padahal keduanya merupakan pemimpin baru yang dilantik pada 2021 lalu.
“Ada rumor terjadi transaksional jabatan. Mau jadi Lurah, Camat, Kepala Bidang, Kepala Dinas harus bayar dan setor. Gimana orang mau ngabdi kalau harus bayar?,” cetus Iman
Baca Juga: Fraksi Berkarya DPRD Cilegon Peringatkan OPD Agar Cepat Serap Anggaran
“Tapi saya sedih di zaman sekarang sudah terjadi jual beli jabatan untuk kepentingan jabatan itu sendiri, gimana orang mau ngabdi? kalo lurah disuruh bayar, camat disuruh bayar,” pungkasnya. *



















