BANTENRAYA.COM – Artikel ini berisi 4 rekomendasi buku puisi yang cocok untuk dinikmati di Hari Puisi Nasional 28 April 2022.
Sebagaimana diketahui, Hari Puisi Nasional diperingati setiap tahunnya pada 28 April.
Peringatan Hari Puisi Nasional diambil dari tanggal kematiannya penyair Binatang Jalang, Chairil Anwar, 28 April 1949.
Chairil Anwar dalam dunia perpuisian Indonesia memiliki sejarah panjang bahkan telah menjadi legenda.
Nama dan puisinya seringkali dijadikan bahan skripsi, tesis, disertasi hingga penelitian.
Baca Juga: Konser Tri Suaka dan Zinidin Zidan di HUT Ke 276 Sragen Dibatalkan, Penggantinya Kangen Band?
Bahkan, Chairil Anwar dianggap sebagai pelopor puisi Indonesia modern dengan cara bertuturnya yang khas dalam puisi dan menggambarkan kehidupan sehari-hari.
Orang-orang mengenal Chairil Anwar dengan sebutan, Binatang Jalang, Aku ingin hidup seribu tahun lagi, Bung Ayo Bung, hingga Sekali berarti sesudah itu mati.
Sebagai perayaan pada puisi di Hari Puisi Nasional, berikut bantenraya.com sajikan 4 rekomendasi buku puisi yang cocok dinikmati di Hari Puisi Nasional.
1. Aku Ini Binatang Jalang, Chairil Anwar
Buku puisi Aku Ini Binatang Jalang, Chairil Anwar yang diterbitkan Gramedia, merupakan buku kumpulan puisi Charil yang cukup lengkap.
Baca Juga: Heboh ! Goal Panenka Karim Benzema di Liga Champion antara Mancester city vs Real Madrid
Buku ini memuat puisi pertama Chairil tentang kematian neneknya yang berjudul Nisan.
Dalam buku ini juga bisa ditemukan puisi Chairil yang puitis dan estetik tentang Senja di Pelabuhan Kecil hingga Krawang-Bekasi.
2. Hujan Bulan Juni, Sapardi Djoko Damono
Buku Hujan Bulan Juni, Sapardi Djoko Damono juga diterbitkan oleh Gramedia.
Dalam buku ini ada puisi yang sangat puitis yang katanya cocok sebagai gombalan buat pasangan.
Puisinya seperti ini.
aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak diucapkan
kepada api yang digunakan untuk abu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan yang tak sempat disampaikan
kepada hujan yang tiada
Sapardi Djoko Damono, 1989
3. Doa Untuk Anak Cucu, WS. Rendra
Siapa yang tak kenal WS Rendra? Dengan puisinya ia mampu menggerakkan massa aksi dan dengan penampilannya di atas panggung, Rendra mampu membuat orang takjub.
Si Burung Merak, begitulah Rendra diberikan julukan. Diam dan geraknya sama-sama memukau, diam dan geraknya sama-sama puitis.
Sehingga, Rendra diciptakan untuk puisi atau puisi melahirkan seorang Rendra.
Doa Untuk Anak Cucu karya WS Rendra bisa dijadikan bacaan yang pantas di Hari Puisi Nasional ini.
Baca Juga: Link Nonton Pretty Little Liars Season 2 Episode 6 Lengkap dengan Jadwal Tayang dan Sinopsis
4. Melihat Api Bekerja, Aan Mansyur
Puisi-puisi Aan Mansyur merupakan bacaan yang tetap dinikmati di Hari Puisi Nasional.
Aan Mansyur dengan puisinya hadir dengan penuh cinta, gairah, dan romantis puitik.
Buku Melihat Api Bekerja yang diterbit pada 2015, merupakan kumpulan puisi-puisi Aan Mansyur yang memperlihatkan kematangannya dalam memilih dan memimilah diksi.
Sekian rekomendasi 4 buku puisi yang pas dibaca di Hari Puisi Nasional ini.***




















