BANTENRAYA.COM – Penyair Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun memenuhi undangan pimpinan Partai PDIP, Megawati Soekarnoputi di Masjid At Taufiq, Lenteng Agung Jakarta Selatan pada Minggu 10 April 2022.
Partai PDIP mengundang Cak Nun sebagai penceramah dalam acara buka puasa bersama PDIP.
Adanya undangan kepada Cak Nun sebagai penceramah buka puasa bersama PDIP dibenarkan oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
Baca Juga: Batas Kecepatan Maksimal 120 Kilometer per Jam, Pemudik Wajib Hati-Hati di Ruas Tol Ini
Hasto Kristiyanto pun membenarkan bahwa yang mengundang Cak Nun adalah Megawati Soekarnoputri.
Hadir bersama Kiai Kanjeng, Cak Nun dengan penuh semangat menyampaikan ceramahnya di depan para petinggi partai dan seluruh kader PDIP.
Dari sejak Orde Baru hingga kini, Cak Nun dikenal orang yang paling lantang melontarkan kritikan terhadap pemerintah.
Baca Juga: Siswa Ikut Demo 11 April Siap-siap Di-DO hingga Terancam Hukuman 6 Tahun Penjara
Nama Cak Nun mulai dikenal masyarakat Indonesia secara luas, melalui peristiwa Reformasi 98.
Namun, sebelumnya di usia tergolong muda yakni 18 tahun Cak Nun telah aktif menulis esai dan puisi.
Tulisan-tulisannya sering dimuat di Majalah Panji Masyarakat besutan Buya Hamka hingga di Majalah Sastra Horison besutan Taufiq Ismail dan Mochtar Lubis.
Baca Juga: Bacaan Doa Qunut Sendiri dan Berjemaah, Tulisan Arab dan Latin Serta Waktu Melakukannya
Cak Nun merupakan pria kelahiran Jombang dan pernah mondok di Pesantren Modern Gontor.
Aktivitas kebudayaan dijalankan oleh Cak Nun dan Kiai Kanjeng melalui wadah Maiyah di Jogja.
Hampir setiap acara Maiyah, Cak Nun acap kali menyinggung hingga mengkritik kebijakan pemerintah.
Baca Juga: Lirik Lagu Angel Baby, Karya Troye Sivan yang Viral di TikTok
Hal ini menjadi ciri khas Cak Nun yang sudah berpuluh-puluh tahun menjalankan rutinitas semacam itu.
Sebagaima tampak dalam Sinau Bareng Cak Nun yang digelae oleh Partai PDIP kemarin malam.
Duduk di antara Ketua DPR RI Puan Maharani dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Cak Nun dengan entengnya memberikan kritikan terhadap partai yang mengundangnya.
Baca Juga: Link Daftar dan Syarat Lengkap Mudik Gratis Jasa Raharja, Tersedia Kuota untuk 20.000 Orang
Dikutip Bantenraya.com dari video yang diunggah akun Twitter @mansursetiawan_, Cak Nun mengatakan bahwa ada dan tidak adanya PDIP itu tergantung Allah swt.
“Kalau PDIP mudharat bagi Indonesia, akan dihancurkan oleh Allah swt, kalau PDIP maslahat bagi Indonesia, maka akan dihidupkan Allah swt dan jalannya lancar,” ujarnya.
Ucapan Cak Nun yang tanpa tedeng aling-aling itu sontak dijawab oleh pendengar dengan amin.
Baca Juga: GAMPANG! Berikut Cara Cek Penerima dan Besaran BLT Minyak Goreng dari Kemensos
Kemudian Cak Nun bertanya pada audiens apakah yang ia sampaikan adil.
“Adil ndak saya,?” tanya Cak Nun.
Dalam video itu terdengar sayup-sayup para audiens menjawab adil. Selanjutnya Cak Nun bertanya kembali apakah dirinya berpihak pada PDIP atau Indonesia.
Baca Juga: Tarif PO New Shantika Angkutan Mudik Lebaran 2022, Kelas Eksekutif, Super Eksekutif dan Sleeper Bus
“Saya berpihak pada PDIP apa Indonesia,?” ungkapnya.
Audiens pun kompak menjawab bahwa Cak Nun berpihak pada Indonesia.
“Jelas yo,” pungkasnya. ***




















