BANTENRAYA.COM – Minimal 40 pesen Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintah Kota atau Pemkot Serang pengadaan barang dan jasa (Barjas) harus menggunakan produk dalam negeri.
Kebijakan itu sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2021.
Hal ini disampaikan Walikota Serang Syafrudin usai membuka acara peningkatan penggunaan produksi dalam negeri atau P3DN yang digelar di Hotel Flamengo, Kota Serang, Jumat 25 Maret 2022.
“Jadi dianjurkan Pemerintah Kota Serang, semua OPDnya untuk membuat program, terutama program ini dalam pengadaan barang dan jasa harus menggunakan produk dalam negeri,” ujar Syafrudin, kepada Banten Raya, usai acara.
Baca Juga: Tampil Dihadapan Publik, Indra Kenz Sampaikan Permohonan Maaf
Syafrudin menjelaskan, tujuan penggunaan Barjas produk dalam negeri salah satunya untuk meningkatkan produksi dalam negeri, dan mengurangi angka pengangguran serta mensejahterakan masyarakat.
“Jadi dana kita berputar di sini. Jadi tidak keluar,” jelasnya.
Syafrudin menyebutkan, anggaran belanja langsung OPD di Kota Serang cukup fantastis kurang lebih sekitar Rp 400 miliar.
“Secara nasional itu nggak bisa kehitung. Minimal 40 persen itu produksi dalam negeri.
Syafrudin mengakui bahwa pihaknya pun melakukan pengadaan barang dan jasa dari produk luar negeri.
“Kalau Kota Serang saya kira sebagian kecil saja. Saya kira ada. Kaya laptop. Kemudian kaya barang yang tidak ada seperti peralatan rumah sakit. Itu yang tidak ada di dalam negeri kita bisa pesan di luar negeri,” akunya.
Syafrudin berharap OPD di Kota Serang harus memprioritaskan pengadaan Barjas produk dalam negeri.
“Kedepan saya berharap pengadaannya dalam negeri dulu. Jangan luar negeri dulu. Upaya dulu dalam negeri. Kalau tidak ada baru keluar,” harap dia.
Baca Juga: Terus Usut Mafia Minyak Goreng, Satgas Pangan Polri Akan Cari Nama-Namanya
Syafrudin berharap pelaku UMKM khususnya di Kota Serang dapat memaksimalkan peluang emas untuk meningkatkan kualitas dan mutu produk dalam negeri.
“Ya itu juga menentukan untuk pelaku UMKM. Karena produksi dalam negeri ini juga banyaknya terutama di Kota Serang.
Jangan sampai UMKM ini tersisih, karena produksi luar negeri kita kejar malah produksi dalam negeri diabaikan,” terangnya.
Syafrudin berharap produk dalam negeri pun harus meningkatkan mutunya, sehingga bisa mengejar produk luar negeri.
“Tetap kualitas harus seimbang. Jadi kualitas bagus. Produksinya dalam negeri,” tandasnya. ***


















