BANTEN RAYA- PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) saat ini kembali menjajaki kerjasama pelayanan pandu dan tunda kapal dengan PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) untuk pelayanan di Krakatau International Port (KIP).
Dua perusahaan tersebut, telah menjalin kerjasama selama bertahun-tahun dalam pelayanan pandu dan tunda kapal, namun pada awal 2021 lalu PT KBS menghentikan kerjasama tersebut.
Direktur Utama PT KBS Akbar Djohan mengatakan, PT KBS yang saat ini memasuki usia 26 tahun, akan berkolaborasi. PCM punya potensi, punya keunggulan.
“Ini pure bussines to bussines, ada SLA (Service Level Agreement) karena pelabuhan itu jasa, kalau pelayanan tidak bisa memenuhi market, bukan KBS yang dirugikan tetapi ekonomi Pemkot dirugikan, kalau pelayanan tunda lambat kapal tidak mau sandar karena biaya lebih tinggi,” kata Akbar ditemui di Pemkot Cilegon, pekan lalu.
Akbar juga mengharapkan kerjasama kembali antara PT PCM dan PT KBS. Saat ini, akan dikaji hambatan dalam kerjasama bisnis ini.
“Supaya outputnya ke market yang terbaik yang kita berikan,” kata Akbar yang juga Sekretaris Jenderal Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) ini.
Dia mengatakan, bukan hanya rencana pelayanan jasa pandu dan tunda kapal di KIP yang menggunakan tugboat PT PCM, tetapi juga penjajakan kerjasama pembangunan Pelabuhan Warnasari. Di mana PT PCM memiliki lahan yang akan dibangun pelabuhan.
“Kita lokasi yang sangat strategis di Cilegon, kolaborasi stakholder harus dikedepankan. Kita hanya miliki 17 dermaga, target kita tiga tahun lagi 5.000 kapal, tidak cukup dengan jumlah dermaga yang saat ini,” ungkapnya.
Akbar menambahkan, kawasan industri di Kota Cilegon sangat lengkap, baik dari kimia, logam dan sebagainya. Saat ini banyak pembangunan kawasan industri atau kawasan ekonomi khusus.
“Industrinya seluruhnya ada di Cilegon, ini modal dasar BUMN dan BUMD, bukan untuk memertahankan tetapi membangun karena kita sudah 50 tahun lebih kawasan industrinya, ini tantang kita di bisnis pelabuhan,” imbuhnya.
Direktur Utama PT PCM Muhammad Willy mengatakan, pembahasab bisnis yang pernah terjalin beberapa tahun lalu antara PT PCM dan PT KBS kembali dijajaki.
“Saya beberapa kali ketemu dengan KBS sejak saya menjabat. Kita buat format kerjasamanya agara bussines to bussines ini lebih menguntungkan dua belah pihak,” ucapnya.
Kata Willy, saat ini Pemkot Cilegon telah melalukan penandatangan nota kesepemahan dengan PT Krakatau Steel, diharapkan anak perusahaan Krakatau Steel berkolaborasi dengan BUMD Pemkot Cilegon.
“Kita sekarang ini kita siapkan kerjasamanya untuk pandu tunda, dengan format kerjasama baru, sifatnya kolaborasi,” tuturnya. (***)



















