BANTENRAYA.COM – Majelis Ulama Indonesia atau MUI Kota Serang meminta Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas lebih apik menyusun kalimat sebelum berbicara.
MUI Kota Serang menyampaikan masukan itu kepada Menag Yaqut Cholil agar kata-katanya tidak menjadi kontroversial seperti kasus adzan yang diperbandingkan dengan suara gonggongan anjing.
Sekretaris MUI Kota Serang Amas Tadjuddin mengatakan, Menag Yaqut Cholil harus lebih apik menyusun redaksi agar lebih bijak.
Baca Juga: Konflik Rusia dan Ukraina, Oleksandr Zinchenko Kecam Aksi Vladimir Putin Lewat Instagram
“Menag agar lebih apik lagi menata dan menyusun redaksi yang disampaikan kepada masyarakat agar pesannya bijak dan tidak kontroversial sehingga umat menjadi toat (taat-red),” kata Amas, Kamis, 24 Februari 2022.
Ia mengungkapkan, pengaturan tentang toa atau pengeras suara di masjid dan musala sebenarnya sudah ramai diperbincangkan beberapa tahun silam saat Yaqut belum menjadi Menag.
Perbincangan soal toa masjid itu kini lebih ramai lagi setelah muncul pernyataan dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sehingga menjadi polemik.
Baca Juga: Syekh Ali Jaber Ungkap Amalan yang Paling Dahsyat Agar Doa Bisa Terkabul, Baca Ini 10 Kali
Bahwa harus ada pengaturan berkaitan aktivitas di suatu masjid adalah sudah benar agar tidak sembarang orang boleh adzan atau menjadi imam.
Mereka terlebih dahulu harus belajar tata caranya, kafasihan bacaan dan tazwidnya, pilihan lagunya.
Dan ini harus disiapkan matang oleh pengurus masjid, sehingga ketika adzan di masjid hanya muadzin yang suaranya merdu agar terdengar sangat indah.
Baca Juga: 7 Puisi Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang Menyentuh Hati, Sambut Kemuliaan Isra Mi’raj
“Inilah sebenarnya pesan bijak yang ingin disampaikan Menag Yaqut,” kata Amas.
Oleh karena itu masyarakat tidak perlu terprovokasi seolah suara adzan dianalogikan dengan suara gonggongan anjing.
“Masyarakat diimbau agar jernih memahami persoalan tersebut,” kata Amas. ***

















