BANTENRAYA.COM – Pemerintah Kota Serang bakal menjadikan paralayang sebagai salah satu wisata olahraga unggulan di Kota Serang.
Paralayang dijadikan sebagai wisata olahraga dalam rangka menarik minat kunjungan wisatawan ke Kota Serang.
Perihal paralayang bakal dijadikan wisata olahraga unggulan disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang Zeka Bachdi.
Zeka Bachdi mengatakan, rencana menjadikan paralayang sebagai wisata olahraga unggulan Kota Serang, setelah disurvey langsung oleh Pengurus Besar Paralayang Indonesia.
“Alhamdulillah salah satu venue kita di Kecamatan Taktakan, Kelurahan Cibendung, setelah disurvey mereka kemungkinan besar insya Allah habis lebaran sudah uji coba terbang, dan kita ternyata punya gunung untuk wisata paralayang Indonesia,” ujar Zeka, kepada Bantenraya.com, di Setda Puspemkot Serang, Senin 2 Maret 2026.
BACA JUGA : Hampers Sprei dan Bad Cover Jadi Peluang Bisnis di Kota Serang, Pengerajin Kebanjiran Orderan
Ia menjelaskan, rencananya paralayang masuk dalam rangkaian paket wisata susur sungai, dan wisata religi Banten Lama.
“Jadi kita bikin satu rangkaian, sehingga wisatawan datang itu tidak hanya ke Banten Lama saja. Setelah ke Banten Lama jadi gak ngabisin waktu itu nggak sehari aja bisa berhari-hari.
Jadi setelah dari Banten Lama mereka wisata religi. Setelah itu wisata susur sungai rangkaiannya, dan terakhir memang dilengkapi dengan wisata paralayang. Jadi kita jual nanti paket itu,” jelas dia.
Menurut Zeka, ketinggian paralayang dan jarak tempuh sudah sesuai standar nasional.
“Kalau ketinggiannya dan untuk mendaratnya sesuai. Dan itu standar nasional,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, jarak tempuh menuju lokasi objek wisata paralayang sekitar setengah jam dari pusat Kota Serang.
“Nggak jauh sekitar 200 meter ke atasnya. Dari pusat kota ke lokasi wisata sekitar 40 menit,” ungkap Zeka.
Zeka menerangkan, jarak tempuh terbang paralayang dari start hingga finish mencapai 5 kilometer.
“Startnya dari berakhir di Perhutani, Gunungsari, Kabupaten Serang. Sekitar 3 kiloan. Kalau terbang itu standarnya bisa menempuh jarak sekitar di atas itu sekitar 30 sampai 35 menit,” terang dia.
Ia menyebutkan, rencananya tarif paralayang sekali terbang ditarif Rp 300.000 untuk sekali terbang.
“Tarif sementara kemarin kalau memang berjalan, karena beberapa mungkin sekitar 300 ribuan. Lebih murah dari pada yang di puncak,” sebutnya.
Zeka mengaku pihaknya akan menggandeng investor untuk menyediakan peralatan paralayang.
“Alat prasarana ada investor akan masuk nanti dari tim pengurus paralayang Indonesia-nya. Latihan-nya juga iya, olahraganya iya, wisatanya iya. Jadi dia dua aspek yang dikejar,” jelas Zeka.
Ia menegaskan, olahraga paralayang tak hanya untuk orang dewasa, tapi juga ramah untuk anak-anak.
BACA JUGA : Jalan Berlubang di Kabupaten Serang Ancam Keselamatan Pemudik
“Sebenarnya wisata paralayang bisa juga buat anak di atas 10 tahun. Namanya ada wisatanya juga. Yang penting aman, safety-nya sesuai standar,” tandas dia. (***)


















