BANTENRAYA.COM – Sriwijaya FC menjadi tim pertama yang terdegradasi dari Liga 2 atau Championship 2025-2026.
Sriwijaya FC menjalani pertandingan Championship 2025-2026 dengan terjal dan selalu mengalami kekalahan hingga menduduki posisi dasar Zona Degradasi.
Sriwijaya FC menjalani pertandingan dalam setiap Pekan Championship 2025-2026 dengan hasil yang buruk atau kekalahan baik saat menjalani laga kandang atau pun tandang.
BACA JUGA: Bocoran Kode Voucher Shopee 3 Maret Big Ramadan Sale 2026, Banjir Promo dan Diskon!
Kekalahan paling menyakitkan dialami oleh tim berjuluk Laskar Wong Kito saat menjalani laga tandang ke markas Adhyaksa FC dalam Liga 2 2025-2026 di Banten International Stadium (BIS), Serang.
Sriwijaya FC mengalami kekalahan terbesar dan memalukan sepanjang sejarah sepakbola Indonesia, Laskar Wong Kito tersebut kalah dari Adhyaksa FC dengan skor 15-0 dan harus pulang ke Palembang dengan tanpa poin.
Padahal, Laskar Wong Kito adalah salah satu klub besar yang pernah menjadi tim pertama yang meraih double winner (Juara Liga Indonesia dan Piala Indonesia) pada musim 2007-2008.
Selain itu, mereka juga sukses mencetak sejarah dengan menjuarai Piala Indonesia tiga kali berturut-turut (2007-2010) dan menjadi juara Liga Super Indonesia (ISL) pada 2012.
Era kejayaan Sriwijaya FC menjadi runtuh layaknya kerajaan Sriwijaya yang runtuh dan tidak kokoh kembali, sebuah kenyataan pahit yang harus diterima walaupun kompetisi (Liga 2 2025-2026) masih menyisakan 6 pertandingan.
Sampai pekan 21 Championship 2025-2026, Laskar Wong Kito baru mengoleksi sebanyak 2 poin dari rangkaian pertandingan yang telah dijalani baik kandang maupun tandang.
Klub asal Palembang tersebut sama sekali belum merasakan kemenangan, sebuah indikator jelas betapa beratnya musim Liga 2 yang mereka jalani sejak awal kompetisi.
Situasi tersebut semakin menyesakkan setelah Sriwijaya FC mengalami kekalahan di kandang sendiri, Gelora Sriwijaya Jakabaring pada (28/02) dengan skor 0-3 dari Sumsel United pada laga pekan 21.
Dengan kekalahan tersebut membuat klub kebanggaan masyarakat Palembang harus mengalami kenyataan pahit karena turun kasta dari Liga 2 Championship 2025-2026 ke Liga 3 atau Liga Nusantara 2026-2027.
Performa Buruk Laskar Wong Kito
Secara hitung-hitungan, Sriwijaya FC nyaris mustahil keluar dari dasar klasemen Grup A. Dengan raihan 2 poin, jarak mereka dengan tim peringkat kesembilan.
Selisih poin dengan Persekat Tegal yang berada 1 tingkat di atas mencapai 20 poin, sebuah jurang yang tak mungkin ditutup dalam sisa 6 laga Championship 2025-2026.
Degradasi tersebut sejatinya bukanlah sebuah kejutan bagi penggemar sepakbola Indonesia. Sepanjang musim (2025-2026), Laskar Wong Kito dibelit persoalan finansial serius.
Kondisi tersebut memicu sebuah permasalahan bagi para pemain Sriwijaya FC yang secara bertahap dan berdampak langsung pada kualitas tim.
Tidak hanya itu, kondisi tersebut juga semakin membuat performa para pemain Laskar Wong Kito buruk di lapangan, bahkan sulit mencetak gol apa lagi meraih kemenangan.
Bahkan, dalam beberapa laga tandang antarpulau, Sriwijaya FC harus menempuh perjalanan darat menggunakan bus, alih-alih pesawat terbang sebagaimana lazimnya klub profesional di Indonesia. ***

















