BANTENRAYA.COM – Saat ini umat Muslim tengah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan 1447 Hijrah (H) atau 2026 Masehi (M).
Umat Muslim diwajibkan menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan, tetapi ada beberapa orang yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa.
Orang yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa ialah seperti orang yang sedang mengalami sakit berat, seorang perempuan yang sedang mengalami haid atau menstruasi, atau perempuan yang sedang masa nifas tidak diwajibkan ibadah puasa Ramadan.
Kemudian timbul sebuah pertanyaan, apakah diperbolehkan bagi ibu hamil menjalankan ibadah puasa?
BACA JUGA: LAZISNU Serahkan Laporan Berkala dalam Rapat Pleno PCNU Kabupaten Pandeglang Masa Khidmat 2024-2029
Dikutip Bantenraya.com dari laman nu.or.id, berikut informasi seputar hukum menjalankan ibadah puasa bagi ibu hamil.
Puasa Ramadan
Hukum menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan pada dasarnya adalah wajib. Kewajiban berpuasa di bulan Ramadan wajib dilaksanakan selama tidak menimbulkan bahaya untuk kesehatan.
Sebaliknya, ibu hamil boleh meninggalkan ibadah puasa di bulan Ramadan apabila dapat membahayakan bagi dirinya, dan janin yang ada di perutnya.
Namun demikian, diperbolehkan untuk tidak menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan bagi ibu hamil, tetap mendatangkan qadha.
BACA JUGA: Cek 5 Rekomendasi Ide Kegiatan Bulan Suci Ramadan 2026 di Sekolah, Dijamin Menarik dan Bermanfaat
Dengan kata lain wajib untuk menjalankan puasa ganti sesuai dengan jumlah hari yang ia tinggalkan, saat dirinya benar-benar merasa aman untuk berpuasa.
Ketentuan Qadha dan Fidyah bagi Ibu Hamil
Seorang ibu hamil yang meninggalkan puasa karena mengkhawatirkan keadaan dirinya maupun bayinya memiliki kewajiban qadha.
Wajib baginya menjalankan qadha atau menggantikan puasa sesuai yang ditinggalkan, dan tentu itu berlaku setelah keadaannya mulai membaik dan kondusif.
Selain kewajiban mengganti puasa, ada juga kewajiban lain yang harus ditanggung oleh ibu hamil, yaitu membayar fidyah.
BACA JUGA: Dahlan Iskan Menang Gugatan Saham Radar Bogor, Tergugat Wajib Bayar Ganti Rugi Rp1,8 Miliar
Diketahui, fidyah adalah sebuah harta yang dibayarkan sebagai bentuk ganti dari ibadah yang ditinggalkan, dalam hal ini puasa Ramadan yang ditinggalkan.
Pertanyaan mengenai kewajiban ibu hamil menjalankan puasa di bulan Ramadan sebenarnya sudah dijawab oleh ulama terdahulu.
Mereka merinci hukumnya sebagai berikut;
1. Ibu Hamil Wajib Qadha Puasa dan Membayar Fidyah
Apabila ibu hamil tidak menjalankan ibadah puasa karena rasa takut terhadap janinnya, seperti keguguran, maka diwajibkan atas ibu hamil 2 perkara; qadha puasa dan membayar fidyah.
2. Ibu Hamil Wajib Membayar Qadha Puasa Saja
Apabila ibu hamil khawatir atas kondisi dirinya sendiri atau khawatir atas kondisi fisiknya dan juga janin dalam kandungannya, maka yang diwajibkan hanya satu perkara saja, yaitu mengganti puasa atau qadha puasa.
Itulah informasi seputar penjelasan tentang hukum menjalankan ibadah puasa Ramadan bagi ibu hamil. Semoga bermanfaat. ***




















