BANTENRAYA.COM – Viral di media sosial adanya dugaan bullying atau perundungan dan pemerasan di lingkungan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Sriwijaya (Unsri).
Tidak hanya perundungan dan pemerasan oknum senior terhadap mahasiswa PPDS Unsri, melainkan juga adanya dugaan percobaan bunuh diri dan pengunduran diri.
Kasus perundungan dan pemerasan di lingkungan PPDS Unsri itu viral usai dibagikan dalam akun base X (sebelumnya Twitter) @tanyakanrl.
Dalam unggahan tersebut, terdapat tangkapan layar pesan berantai yang diinisiasi oleh Aliansi Masyarakat Peduli Keadilan Sipil (AMPKS) mengenai kasus perundungan dan pemerasan di lingkungan PPDS Unsri.
Dalam pesan tersebut, AMPKS meminta Kemenkes, Gubernur hingga civitas akademik Unsri untuk mengusut kasus tersebut.
Dugaan adanya pemerasan yang dilakukan oknum senior terhadap residen junior tersebut untuk membiayai kepentingan pribadi.
Di mana, para senior PPDS diduga meminta keperluan pribadi seperti uang semesteran, clubbing dan party hingga membeli skincare.


Jika tidak menuruti permintaan senior, residen junior mendapat intimidasi dan ancaman hingga dipersulit selama masa pendidikannya.
Hingga kini, kasus perundungan dan pemerasan tersebut belum ada keterangan resmi dari pihak Unsri.***


















