BANTENRAYA.COM – Pemkab Serang Datangi Rumah yang Ludes Terbakar milik Muhammad Kosim, Warga Desa Mekarbaru, Kecamatan Petir, usai terjadinya kebakaran pada Selasa 12 November 2025 lalu.
Pemkab Serang memberikan bantuan sosial kebakaran berupa paket sembako dan peralatan seperti kasur serta alat mandi, tak hanya itu rumah tersebut akan diajukan untuk pembangunan rumah ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Serang.
Plt Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Serang Vindriyatni mengatakan, bantuan kebakaran diberikan untuk memenuhi kebutuhan keluarga korban pasca insiden kebakaran.
“Ada beras, mie instan, makanan, kasur, terigu, minyak, dan bahan-bahan sembako lainnya. Bantuan rumah kebakaran akan diajukan ke Baznas,” ujarnya di lokasi,
BACA JUGA : Kota Serang Diguncang Gempa 8 SR, BPBD Gelar Simulasi Banjir dan Kebakaran
Camat Petir Fariz Ruhyatullah mengatakan, kebakaran terjadi pada Selasa 11 November 2025 pada pukul 18.30 yang disebabkan oleh arus pendek listrik.
“Alhamdulillah kebakaram enggak ada korban jiwa. terus terang damkar sedikit terlambat karena, mobil Damkar yang ada di Kecamatan rusak,” katanya.
Ia menjelaskan, pihaknya akan mengajukan bantuan perbaikan rumah kebakaran ke Baznas Kabupaten Serang karena saat ini pemilik harus mengungsi ke tempat saudaranya.
“Karena Perkim harus direncanakan dulu. Sehingga untuk di Baznas biasanya bisa untuk yang darurat biasanya. Kebetulan pemilik rumah punya TK (Taman kanak-kanak), maka dari itu mereka tinggal di situ sementara,” ungkapnya.
Kebakaran Tidak Ada Korban Jiwa
Fariz menuturkan, tidak ada korban namun akibat kebakaran tersebut pihak keluarga mengalami kerugian materil sebesar Rp50 juta
BACA JUGA : Satu Rumah di Grogol Cilegon Kebakaran, 2 Unit Motor Ikut Ludes Terbakar
“Saat kebakaran ada anaknya sedang tidur, kemudian dia panik, lari dan kayanya tangannya terkilir. Makannya haru diurut,” jelasnya.
Pemilik rumah Mimin Mintarsih hanya bisa pasrah dan menerima kenyataan setelah melihat rumahnya hangus terbakar karena pada saat kejadian dirinya sedang tidak ada di rumah.
“Saya bingung mau masuk enggak bisa, Akhirnya terima kenyataan pada Allah. Tadi malam saya masih tidur di gubug ini. Saya sangat butuh rumah bantuan keuangan, kompor juga enggak ada,” katanya. (***)..
















