BANTENRAYA.COM – Jembatan penghubung dua kampung yang terbuat dari bambu di Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang ambruk.
Akses jembatan itu merupakan penghubung antara Kampung Ciliang, dan Kampung Pasir Haur, Kelurahan Kadumerak.
“Iya ambruk, kemarin,” kata Usep, warga Kampung Pasir Haur, Rabu 2 Juli 2025.
Baca Juga: Susu Kambing Etawa Pandeglang Kini Go Nasional, Bupati Dewi: Ini Bukti Desa Bisa Mandiri dan Berdaya
Dia mengatakan, pada saat kejadian, seorang warga sempat melintasi jembatan tersebut. Beruntung, warga dan kendaraannya tidak jatuh ke aliran sungai.
“Kebetulan pas ambaruk ada warga yang melintas, Alhamdulillah enggak ada korban,” ujarnya.
Dijelaskannya, jembatan itu merupakan akses penghubung antar kampung. Dia berharap, pihak terkait segera melakukan penanganan dan membangun jembatan tersebut secara permanen.
“Panjang jembatan sekitar 10 meter. Memang kondisi bambunya sudah pada rusak, dan ambruk. Semoga setelah ambruk, segera dibangun sama pemda (pemerintah daerah),” jelasnya.
Camat Karangtanjung, Endin Haerudin mengatakan, sudah meninjau jembatan penghubung dua kampung tersebut bersama Pemkab Pandeglang.
“Kami sudah langsung cek ke lokasi bersama DPUPR sesuai perintah ibu Bupati (Raden Dewi Setiani), dan kami sudah turun ke lapangan,” terangnya.
Baca Juga: Cilegon Tak Adakan Job Fair Sejak 2019, Disnaker Nilai Lebih Efektif Sediakan Loker Secara Digital
Setelah ditinjau, kata Endin, secepatnya jembatan itu akan kembali dibangun sementara. Namun kedepan akan dibangun permanen.
“Kan sudah ditinjau sama DPUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang), sudah diukur juga. Secepatnya jembatan ini kami bangun sementara, agar akses jalan warga bisa nyambung tidak tersendat,” katanya. ***


















