BANTENRAYA.COM – Pohon tumbang terjadi lagi di Kota Cilegon. Kini Pohon tumbang terjadi di Lingkungan Sumampir RT 003/RW 005 Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon.
Angin kencang menjadi penyebab pohon tumbang tepatnya sebelum pelaksanaan salat Jumat sekitar pukul 10.00 WIB.
Diketahui, total sudah ada sebanyak 9 pohon tumbang di Kota Cilegon, baik itu di jalan Utama, jalan lingkungan dan pemukiman warga.
Baca Juga: Marak Tagihan Pajak Berekstensi APK, BRI Berikan Tips Agar Nasabah Terhindar dari Kejahatan Digital
Pohon tumbang terjadi sejak September lalu dan mengakibatkan sejumlah fasilitas rusak, baik itu kabel listrik, Telkom dan juga rumah warga.
Namun, dari berbagai kejadian tersebut beruntung belum ada korban jiwa.
Warga sekitar Mono menyebutkan, kondisi pohon tumbang tersebut hanya menimpa kabel penerangan jalan umum (PJU).
“Tidak ada korban jiwa. hanya mengganggu akses jalan saja,” katanya, Jumat 8 November 2024.
Mono menegaskan, pohon tersebut tumbang karena hempasan angin yang sangat kencang. Ditambah, kondisi akar pohon juga sudah sangat rapuh, sehingga pada akhirnya roboh.”Kondisi angin sangat kencang,akar pohon rapuh dan akhirnya roboh,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon Suhendi menyatakan, seharusnya pohon yang sudah rapuh dan lapuk dilakukan penebangan dan digantikan pohon baru. Termasuk jika sudah rimbun maka harus ada pemangkasan dahan dan daun.
Baca Juga: Sosialisasikan Pilkada 2024, KPU Kota Serang Gelar Jalan Sehat Bersama Masyarakat
“Iya harusnya ada pemotongan sebagian dahan untuk mengurangi beban dari pohon tersebut, terutama yang dikhawatirkan pohon roboh. Bahkan, kalau pohonnya sudah lapuk lebih baik di tebang dan diganti dengan tanam pohon yang baru,” ujarnya.
Suhendi menambahkan, warga untuk waspada karena masih ada cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa pekan kedepan.
Tentunya, akan ada dampak dari musim penghujan, baik banjir, bisa juga cuaca ekstrim, puting beliung, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang dan sebagainya.
Baca Juga: Debat Publik Pilkada Cilegon Putaran Kedua, Pendukung Paslon Dibatasi 60 Orang
“Antisipasi bencana di musim penghujan sekarang sudah memasuki musim penghujan walaupun menurut BMKG wilayah Cilegon ini belum sepenuhnya musim penghujan, masih masa peralihan kadang hujan kadang tidak artinya tidak tiap hari,” pungkasnya. ***



















