BANTENRAYA.COM – Bakal calon Gubernur Banten, Arif Wismansyah dan Ratu Ageng Rekawati tak hadiri dalam acara Adu Gagasan dan Visi Calon Pemimpin Calon Gubernur Banten yang digelar oleh Universitas Mathla’ul Anwar (Unma) Banten pada Rabu, 17 Juli 2024.
Selain Arif dan Ratu, panitia penyelenggara juga mengundang tiga bakal calon lainnya, yakni Airin Rachmi Diany, Andra Soni, serta Ahmad Syauqi serta empat orang panelis, yakni Ketua Umum PB UNMA, Embay Mulya Syarief, Rektor UNMA Banten, Syibli Syarjaya, Pengamat Sosial dan Dekan FA UNMA, Ali Nurdin, dan Dosen UNMA Banten, Sony Sukamara.
Salah satu panelis, Embay Mulya Syarief bahwa berdasarkan pemaparan visi dan gagasan dari tiga bakal calon yang hadir, Embay menilai bahwa ketiga memiliki visi yang realistis.
“Jadi tinggal nanti siapapun yang jadi mencalonkan, tugas mereka ya tinggal bagaimana cara mereka menyampaikan gagasannya ke masyarakat,” kata Embay.
Embay juga menilai bahwa ketiga bakal calon yang hadir, masing-masing memberikan gagasan yang meyakinkan.
“Semuanya sama, dan menguasai gagasan yang dibawa,” paparnya.
Salah satu hal yang menjadi sorotan oleh Embay yakni adanya gagasan pembentukan Daerah Otonomi Baru atau DOB. Pembentukan DOB di Provinsi Banten saat ini memang menjadi sesuatu yang mendesak dan harus menjadi atensi dari pemerintah.
Luasnya wilayah, baik Kabupaten Pandeglang maupun Lebak dinilai menjadi tantangan bagi Pemerintah Daerah (Pemda) setempat dalam melakukan pengawasan pada potensi-potensi yang dimiliki.
“Di Selatan, pantai luas dan membentang beratus-ratus kilometer. Kalo tidak ada pemerintahan kabupaten di sana, maka pengawasannya akan berat,” kata Embay
Selain itu, tantangan lain jika DOB ini tidak segera direalisasikan ialah sulitnya dalam melakukan pembangunan wilayah.
“Provinsi tidak mungkin bangun jalan di Selatan. Itu tugasnya pemkab kan, dengan adanya DOB maka otomatis akan ada anggaran, seperti itu,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Ketua pelaksana Kegiatan Uji Gagasan Calon Pemimpin, Asep Sahrudin menjelaskan kegiatan yang digelar pihaknya merupakan upaya gebrakan baru dari para akademisi UNMA Banten dengan memberikan kontribusinya bagi masyarakat dalam menghasilkan pemimpin daerah yang berkualitas serta memiliki janji, visi, misi dan rencana strategis yang terukur dan unggul untuk pembangunan.
Baca Juga: Andra Soni Punya Jurus Ampuh Urai Kesenjangan, Kata Kuncinya DOB Banten Selatan
“Tentunya pembangunan di semua aspek, yang meliputi bidang pendidikan, perekonomian, kelutan, hingga pertanian yang didukung infrastruktur yang memadai,” kata Asep.
Terkait dua kandidat yang tidak bisa hadir, Asep sendiri memakluminya, karena sebelumnya, dua kandidat tersebut menginformasikan kepada pihaknya terkait ketidakhadirannya karena ada kegiatan mendadak yang tidak bisa ditinggalkan.
Asep juga menerangkan bahwa kegiatan tersebut merupakan sarana pertukaran pendapat antara para tokoh, masyarakat, akademisi, mahasiswa dan para kandidat Gubernur Banten agar terjadi keselerasan antara kebutuhan masyarakat dan pimpinannya yaitu seorang gubernur.
“Mengingat di zaman yang serba digital dan penuh dengan keterbukaan ini maka para kandidat bupati harus dapat menjelaskan secara rinci janji-janji tersebut beserta jalan keluarnya agar dapat membawa kabupaten pandeglang ke arah yang lebih baik,” paparnya.
Lebih lanjut Asep juga menegaskan, kegiatan ini juga bisa dijadikan sebagai pengingat dan kelak masyarakat dapat menagih janji-janji tersebut apabila tidak dilaksanakan.
“Masyarakat, para akademisi dan para tokoh telah menyaksikan secara langsung gagasan dan visi dari para kandidat yang hadir, semoga ini menambah keyakinan masyarakat untuk menentukan pimpinan atau gubernurnya pada pemilihan gubernur nanti,” tandasnya. (***)



















