BANTENRAYA.COM – Penyedia jasa tukang jahit pakaian di Kota Serang dibanjiri orderan baik jahit, potong, maupun permak pakaian saat bulan Ramadan.
Pemilik Toko Jahit Harmonis Kota Serang Habibie mengatakan, dibandingkan dengan hari biasa, pesanan ke tuakng jahit pakaian melonjak 3 kali lipat.
Tukang jahit kebanjiran orderan biasa terjadi karena konsumen ingin mengenakan baju yang pas saat Lebaran nanti.
Baca Juga: Pyramid Game Episode 9 dan 10 TAMAT, Simak Jadwal Tayang, Preview hingga Link Nonton Sub Indo Resmi
“Kalau hari biasa itu paling 10 sampai 15 baju, sedangkan kalau bulan Puasa itu bisa sampai 30 atau 40 baju dalam satu hari,” katanya kepada Bantenraya.com di Jalan Jendral Ahamd Yani, Nomor 97, Kota Serang, Rabu 20 Maret 2024.
Habibie melanjutkan, dirinya harus menambah jumlah tenaga kerja untuk mengatasi tingginya orderan tersebut, dengan merekut karyawan freelance.
“Ya kita tambahin karyawan yang tadinya lima bisa tujuh atau lebih, kalau masih bisa di handle kita kerjakan dengan karyawan yang ada saja,” imbuhnya.
Baca Juga: Heboh Ayah Tega Rudapaksa Anak Kandung Umur 5 Tahun, Kondisi Sang Bocah Bikin Emosi
Untuk harga jasa jahit yang ditawarkan beragam, tergantung jenis bahan dan ukuran yang diinginkan oleh konsumen.
Bahan levis dikenai biaya Rp15 ribu untuk potong dan permak Rp50 ribu, sedangkan bahan biasa dikenakan biayaRp35 ribu per pakaian.
“Ada juga gamis itu bisa Rp20 ribu kalau dipotong, kalau dikecilin itu bisa Rp50 ribu juga, karena ada gamis yang bermotif jadi harus lebih hati-hati,” ungkapnya.
“Untuk pengerjaan kita lakukan dalam satu hari sudah bisa selesai,” papar Habibie.
Baca Juga: Sabda Pemprov Banten ke Perusahaan, Pembayaran THR Haram Dicicil!
Toko jahit di Kota Serang yang sudah berdiri sejak tahun 1980 ini juga menyediakan jasa pembuatan jas, setelan dinas dan seragam sekolah.
“Kita berikan harga untuk setelan jas itu mulai dari Rp1,7 juta bisa di nego, dan untuk pernak jas di range harga Rp300 ribuan,” tuturnya.
Salah Seorang konsumen Jahit di Kota Serang Adnan menyebut, biasanya ia mulai menjahit baju sebelum dekat dengan momen Lebaran, karena antrean yang cukup banyak.
“Supaya tidak antre jadi saya jahit sejak awal ini. Bukan hanya pakaian saya saja ini juga ada baju keluarga semua jadi bisa lima baju dijahit atau dipotong disini,” kata Adnan. (raden) ***


















