BANTENRAYA.COM – Proyek pembangunan Tol Serang-Panimbang (Serpan) seksi 3 sepanjang 33 kilometer ruas Cileles-Panimbang sebelumnya diproyeksikan rampung pada tahun 2024.
Namun, hal tersebut gagal terjadi lantaran proses pembangunan yang dilakukan pengembangan terjadi stagnasi akibat kendala dalam hal-hal teknis dan pembiayaan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pandeglang, Sutoto memastikan bahwa di tahun 2025, tol serpan akan benar-benar bisa beroperasi.
“Adanya beberapa kendala dalam pengerjaan dari pihak pengembang, yaitu kesiapan dan terjadinya stagnansi dalam proses yang dilakukan oleh pihak pengembang itu tadi. Tapi sekarang dengan berbagai penyesuaian, 2025 akan beroperasi,” kata Sutoto kepada Banten Raya, Selasa (13/3).
Sutoto menjelaskan bahwa keberadaan tol serpan ini dipastikan akan menjadi titik balik geliat ekonomi di Kabupaten Pandeglang.
Baca Juga: Anggara Rp 350 Juta untuk Baju Dinas Baru Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang 2024
Saat ini, kata dia, Pemkab Pandeglang sudah menyusun strategi yang dirangkum dalam tema pembangunan tahun 2025 yaitu Peningkatan Investasi dan Pengelolaan PAD.
“Keberadaan tol Serang-Panimbang ini pasti bisa menarik para Investor untuk menanamkan sahamnya di 5 Kecamatan yang telah ditunjuk menjadi kawasan ekonomi prioritas, salah satunya kawasan Tanjung Lesung,” terangnya.
Tak hanya itu, Sutoto mengatakan pihaknya akan serius mendorong Desa Cijakan Kecamatan Bojong yang akan menjadi gerbang exit tol menjadi kawasan industri kecil dan menengah.
“Kita akan melakukan peninjauan kembali untuk RTRW (Rencana Tata Ruang dan Wilayah) apabila tahun ini tidak berkembang, sehingga menyebabkan para investor tidak tertarik mengembangkan usahanya di titik-titik pintu tol atau destinasi wisata,” tandasnya. (***)
















