BANTENRAYA.COM – Direktur Utama (Dirut) PT Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) Indonesia, Ferry Heru Widodo menggelar peninjauan langsung Posko Lebaran Idul Fitri 2026 di Rest Area KM 43 dan KM 68 Ruas Tol Tangerang-Merak.
Peninjauan langsung Posko Mudik di Ruas Tol Tangerang-Merak dilakukan dengan tujuan untuk dapat memastikan kesiapan layanan bagi para pemudik yang akan menggunakan jasa penyebrangan selama periode angkutan Lebaran Idul Fitri 2026.
Dirut PT ASDP Indonesia mengungkapkan bahwa Posko Mudik di Ruas Tol Tangerang-Merak disiapkan untuk dapat membantu masyarakat yang belum memiliki tiket kapal sebelum tiba di pelabuhan.
BACA JUGA: Ribuan Truk Antre di Pelabuhan BBJ, Sopir Antre Berhari-hari
Pemudik dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia di Posko Mudik untuk melakukan reservasi tiket penyebrangan.
“Hari ini saya melakukan pengecekan untuk Posko Lebaran di ASDP, yaitu di KM 43 dan 68. Kami ingin memastikan bahwa posko kami disiapkan dalam keadaan baik untuk melayani masyarakat, terutama bagi mereka yang belum memiliki tiket. Mereka dapat melakukan reservasi tiket di sini,” ungkapnya pada Minggu, 15 Maret 2026.
Kemudian, dirinya menambahkan bahwa pihaknya juga memastikan pelayanan di Posko Lebaran berjalan dengan baik agar para pemudik dapat memanfaatkan fasilitas tersebut dengan nyaman selama perjalanan Mudik 2026.
Selain itu, Dirut PT ASDP Indonesia menjelaskan bahwa hingga H-7 Lebaran 2026, pergerakan kendaraan menuju jalur penyebrangan sudah mulai mengalami peningkatan. Tetapi peningkatan tersebut masih tergolong belum signifikan.
“Dari H-10 sampai H-7 sekarang ini sebenarnya sudah ada peningkatan. Hanya saja masih belum signifikan. Peningkatan tersebut masih didominasi oleh kendaraan kecil atau kendaraan keluarga, kemudian disusul oleh kendaraan roda 2 dan bus,” ujarnya.
Sejauh ini peningkatan arus kendaraan tercatat sekitar 5% dibandingkan Hari Biasa. Walau begitu, pihaknya memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada tanggal 18-19 Maret 2026 mendatang.
Para pemudik yang menuju Sumatra umumnya akan menyebrang melalui Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni.
Heru kemudian menilai bahwa arus mudik Lebaran 2026 berpotensi berbeda dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Hal tersebut dipengaruhi oleh adanya kebijakan Work From Anywhere (WFA) dari Pemerintah serta libur dan cuti bersama yang jauh lebih panjang.
Dengan waktu perjalanan yang lebih fleksibel, masyarakat Indonesia diharapkan untuk dapat memilih waktu perjalanan yang lebih longgar.
ASDP memproyeksikan adanya peningkatan pengguna jasa penyebrangan hingga sekitar 9,3% dibandingkan dengan tahun lalu.
Heru juga mengimbau masyarakat Indonesia agar tidak melakukan perjalanan pada waktu yang bersamaan dan mempersiapkan perjalanan Mudik Lebaran 2026 dengan lebih matang.
Dirinya juga meminta kepada para pemudik Lebaran 2026 untuk dapat memastikan kondisi kendaraan dan fisik tetap prima agar perjalanan mudik berlangsung aman, nyaman, tertib, dan selamat. ***











